Di Jepara, Pemabuk Oplos Obat Batuk dan Flu

Rhobi Shani    •    Jumat, 15 Sep 2017 13:28 WIB
obat berbahaya
Di Jepara, Pemabuk Oplos Obat Batuk dan Flu
Ilustrasi. MTVN/Syahmaidar

Metrotvnews.com, Jepara: Satuan Reserse Narkoba Polres Jepara belum menemukan penyalahgunaan obat PCC  (Paracetamol caffeine carisoprodol) di masyarakat. Walau demikian, kepolisian menemukan penyalahgunaan obat batuk dan flu yang dijual bebas.

Kasat Narkoba Polres Jepara AKP Hendro Asrianto menyebut, obat batuk dan flu di pasaran dikonsumsi dalam jumlah besar. Efeknya, pengguna seperti orang mabuk minuman beralkhohol.

“Efeknya fly, pelan-pelan merasakan pusing. Kayak orang mabuk biasa tidak sampai mengamuk,” kata ujar Hendro, Jumat 15 September 2017.

(Baca: Obat PCC Awalnya Legal)

Modus lain, obat flu merek tertentu hanya diambil bagian tertentu. Obat flu yang terdiri dari dua warna, putih dan merah, dikumpulkan dalam jumlah besar.

“Nah, yang diambil bagian merahnya. Terus digerus dalam jumlah banyak lalu dicampur dengan minuman ringan,” ungkap Hendro.

Seperti diketahui, obat jenis PCC peredarannya sangat dibatasi lantaran masuk dalam ketegori obat keras. Obat jenis ini biasa diperuntukan untuk meredam rasa sakit atau pain killer. Bahkan, sebagian obat jenis PCC juga diperuntukan bagi penderita penyakit jantung.

(Klik juga: PCC yang Dikonsumsi Warga Kendari Dosisnya Berbeda)


(SUR)