SAR Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Wilayah Perbatasan

Ahmad Mustaqim    •    Senin, 21 Aug 2017 12:57 WIB
basarnas
SAR Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Wilayah Perbatasan
Rapat Kerja Sama dan Koordinasi ke 54 SAR Malaysia-Indonesia (Malindo). (MTVN-Ahmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Sleman: Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) menguatkan kerja sama dengan SAR Malaysia. Penguatan kerja sama itu dilakukan dalam Rapat Kerja Sama dan Koordinasi ke 54 SAR Malaysia-Indonesia (Malindo) di salah satu hotel di Jalan Gejayan, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin, 21 Agustus 2017. 

Ketua Delegasi Basarnas Indonesia, Didi Hamzar mengungkapkan penguatan kerja sama ini untuk menghadapi kecelakaan ataupun bencana yang terjadi di wilayah perbatasan Indonesia dengan Malaysia. Ia menuturkan kerja sama tak terpengaruh suhu maupun kepentingan politik.

"Kami akan mengirimkan bantuan SAR jika terjadi bencana di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Kalau ada apa-apa, bisa ditangani secara cepat. Tidak menutup kemungkinan apabila Malaysia meminta bantuan SAR bisa melalui koordinasi yang disepakati," ujar Didi di sela Rapat Kerja Sama dan Koordinasi ke 54 SAR (Malindo). 

Penguatan kerja sama itu akan di wujudkan dalam bentuk latihan SAR. Latihan akan dilakukan dengan melihat potensi wilayah yang rawan bencana. Dua wilayah yang kemungkinan bakal jadi lokasi latihan yakni Kantor SAR Medan dan wilayah Selat Malaka yang dilakukan pada 2018. 

"Lokasi latihan kita pilih dengan mengacu data musibah. Mana yang paling terjadi bencana akan diujikan (jadi lokasi latihan). Bencana tak bisa diperkirakan," kata dia. 

Ia juga menjelaskan, wilayah perbatas, seperti Selat Malaka, Kuching, dan Serawak akan menjadi beberapa fokus kerja sama dalam penanganan bencana. Menurut dia, kecelakaan biasanya lebih sering di wilayah laut yang melibatkan nelayan atau kapal-kapal pengangkut penumpang antar pulau. Selain itu, memungkinkan juga apabila ada kecelakaan tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. 

"Kami akan bahas perubahan-perubahan aturan supaya dalam pelaksanaannya bisa saling menguatkan," ungkapnya. 

Ketua Delegasi SAR Malaysia, Addyhanis Bin Ahamad menambahkan kerja sama SAR sudah lama dijalin antara Indonesia dengan Malaysia. Namun, ia menilai perlu penguatan agar kerja-kerja apabila terjadi bencana bisa terkoordinasi dengan baik. 

"Niat untuk kebajikan dan sesama negara, apapun yang memerlukan penyelamatan. Tak ada masalah. Kita akan kerja sama dengan semangat saling memahami," ungkap Addyhanis. 

Menurut dia, tiga sektor, yakni maritim, udara, dan daratan bisa dikerjasamakan. "Latihan untuk mempertajamkan kemampuan saat terjadi bencana," tuturnya.


(SAN)