Kemarau Meluas, 12 Kecamatan di Gunungkidul Alami Kekeringan

Ahmad Mustaqim    •    Selasa, 12 Sep 2017 13:28 WIB
kemarau dan kekeringan
Kemarau Meluas, 12 Kecamatan di Gunungkidul Alami Kekeringan
ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Gunungkidul: Kekeringan dampak dari musim kemarau kian meluas di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Setelah sebelumnya ada 11 kecamatan, kini ada 12 kecamatan yang mengalami kekurangan air bersih, yakni bertambah Kecamatan Gedangsari. 

Kecamatan Gedangsari mengalami kekeringan dalam beberapa hari terakhir. Dari jumlah tujuh desa di kecamatan yang terletak di perbukitan sisi utara Gunungkidul, sebagian besar mengalami kekurangan air bersih. 

"Memang tak semua titik mengalami kekeringan, tapi sebagian besar sekarang mulai kekurangan air," kata Camat Gedangsari, Imam Santoso ketika dihubungi pada Selasa, 12 September 2017. 

Dengan kondisi ini, pemerintah Kecamatan Gedangsari mulai mengajukan permintaan bantuan pengiriman air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY. Di sisi lain, pemerintah kecamatan juga memberikan bantuan air meskipun belum bisa mencukupi keseluruhan. 

Masuknya Gedangsari menjadi daerah kekeringan menjadikan jumlah kecamatan terdampak kemarau di Gunungkidul menjadi 12 kecamatan. Kecamatan Girisubo, Nglipar, Paliyan, Panggang, Purwosari, Rongkop, Tanjungsari, Tepus, Ngawen, Patuk, dan Ponjong merupakan wilayah yang lebih dulu kekeringan. 

Kekurangan air bersih di Girisubo, Nglipar, Paliyan, Panggang, Purwosari, Rongkop, Tanjungsari, dan Tepus dicukupi oleh BPBD setempat. Sementara, kekeringan Ngawen, Patuk, dan Ponjong dicukupi pemerintah kecamatan setempat. 

Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi menyatakan belum mengeluarkan siaga bencana kekeringan. Meskipun, 12 dari 18 kecamatan di kabupaten ini mengalami kekeringan. 

"Anggaran dan bantuan untuk wilayah terdampak kemarau masih mencukupi," kata dia. 

Ia hanya mengimbau masyarakat bisa bijak memakai air di rumah masing-masing. Immawan juga menuturkan bakal berupaya memaksimaljan sumber air yang dikelola PDAM setempat yang baru digunakan sekitar 60 persen. "Kita upayakan juga mencari sumber air baru," ungkapnya. 


(ALB)