Bupati Enthus Dihujani Interupsi saat Paripurna Hari Jadi Tegal

Kuntoro Tayubi    •    Kamis, 18 May 2017 18:50 WIB
pemda
Bupati Enthus Dihujani Interupsi saat Paripurna Hari Jadi Tegal
Bupati Enthus Susmono saat menghadiri sidang paripurna hari jadi ke-416 Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi)

Metrotvnews.com, Tegal: Sidang Paripurna Istimewa dalam rangka Hari Jadi ke-416 Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, dihujani interupsi, Kamis, 18 Mei 2017. Interupsi terjadi saat Bupati Tegal Enthus Susmono menyampaikan pidato.

Pidato orang nomor satu di Kabupaten Tegal ini dinilai tidak sesuai dengan konteks Hari Jadi. Bupati sempat mengucapkan pernyataan politik tentang Bupati Tegal harus orang asli dari Kabupaten Tegal atau pribumi. Mendengar pernyataan itu, anggota DPRD dari Fraksi PDIP Bambang Romdhon Irawan langsung mengajukan interupsi.

"Interupsi Bapak Bupati," kata Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tegal ini dengan pengeras suara.

Rapat yang sebelumnya diwarnai canda dan tawa, mendadak hening setelah mendengar interupsi itu. Tidak hanya peserta Sidang Paripurna yang terkejut, anggota Forkopimda dan sejumlah kepala SKPD serta tamu undangan juga kaget.

Bupati yang sedikit terkejut langsung menyaut intrupsi yang dilontarkan oleh anggota DPRD dari perwakilan Kecamatan Jatinegara, Bumijawa dan Bojong itu.

Tanpa meminta alasan, Enthus langsung menolak intrupsi yang diucapkan Irawan karena pidato Bupati tidak bisa diintrupsi. Jawaban Bupati itu membuat Bendahara DPC PDI Perjuangan ini naik pitam, dan langsung keluar dari ruang sidang paripurna istimewa. Enthus kembali melanjutkan pidatonya.

Selang beberapa menit, intrupsi kembali terjadi. Tepatnya, saat Enthus memberikan pernyataan bahwa Jalan Letjen Suprapto harus bersih dari Padagang Kaki Lima (PKL). Pernyataan itu langsung dintrupsi anggota DPRD dari Partai Demokrat, Hartono Sosrodjoyo.

"Bupati sudah janji kepada PKL Jalan Letjen Suprapto untuk kembali berdagang. Saya minta untuk bisa diselesaikan," kata Hartono.

Enthus langsung menjawab bahwa Jalan Letjen Suprapto harus bersih dari PKL. Itu mendasari Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Tegal yang dibuat oleh anggota DPRD. Namun, jika memaksa untuk kembali berdagang di jalan tersebut, pihaknya minta rekomendasi dari DPRD.

Mendapat jawaban itu, Hartono tidak tinggal diam. Dia lantas menyaut jika persolaan itu tidak segera diselesaikan, dikhawatirkan dapat menimbulkan gejolak.

"Bupati tidak takut ada gejolak. Bupati pantang mundur," kata Enthus dengan nada tinggi.

Perdebatan sengit terjadi antara Enthus dan Hartono. Keduanya sama-sama berbicara ngotot hingga sedikit membuat gaduh. Perdebatan terhenti saat Ketua Fraksi Hanura dan Nasdem (Harnas), Sahyudin meminta persoalan diselesaikan di luar sidang paripurna.

Usai paripurna, Bambang Romdhon Irawan memberikan pernyataan kenapa dirinya keluar (walkout) dari ruang sidang paripura. Alasannya, karena pidato bupati tidak sesuai dengan konteks Hari Jadi. Mestinya, jika mau bicara tentang hal itu, jangan di forum perayaan Hari Jadi.

"Saya sangat menyayangkan itu," ujarnya.

Menanggapi pernyataan itu, bupati mengaku bahwa intrupsi yang dilakukan anggota DPRD merupakan hal yang biasa dan tidak perlu dipersoalkan. "Itu memang pendapat saya, bahwa Bupati Tegal dari mulai Ki Gede Sebayu merupakan orang asli Tegal," tuturnya.

Sidang Istimewa itu dipimpin Wakil Ketua DPRD dari Fraksi PDIP, Rustoyo, dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal dari Fraksi Gerindra, Samsuri.


(SAN)