10 Calhaj asal Jateng DIY Wafat di Tanah Suci

Pythag Kurniati    •    Kamis, 24 Aug 2017 11:13 WIB
haji 2017
10 Calhaj asal Jateng DIY Wafat di Tanah Suci
Jemaah haji asal Indonesia berangkat ke tanah suci. MTVN/Pythag

Metrotvnews.com, Boyolali: Sebanyak 10 orang calon haji asal Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) wafat di Tanah Suci. 

Kasubag Humas Embarkasi Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah Badrus Salam menjelaskan, dua orang calhaj meninggal kemarin, Rabu, 23 Agustus 2017. Mereka adalah Hasanudin Asantarjo Nayadran, 52 dan Sudarto Sadiyo Samito, 59.

Hasanudin Asantarjo merupakan warga Wanadri, Bawang, Kabupaten Banjarnegara. Ia tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 24 SOC.

“Beliau wafat kemarin pada pukul 05.27 Waktu Arab Saudi. Penyebabnya karena penyakit pernafasan,” ungkap Badrus, Kamis, 24 Agustus 2017. Hasanudin menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).

Sedangkan Sudarto Sadiyo Samito merupakan haji asal Krajan, Tambirejo, Toroh, Kabupaten Grobogan. Sudarto wafat 23 Agustus 2017 pukul 09.30 Waktu Arab Saudi. “Penyebabnya sama, penyakit pernafasan,” imbuh Badrus.

Keduanya akan dimakamkan di Pemakaman Sharayya, Mekkah.

Hingga saat ini, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Haji Donohudan, Boyolali mencatat ada 10 orang calhaj asal Jawa Tengah dan DIY yang meninggal di Tanah Suci.

Dari sepuluh orang haji yang wafat, lima orang diantaranya wafat lantaran penyakit jantung. Dua orang disebabkan karena gangguan pernafasan. Sedangkan tiga orang lainnya wafat karena penyakit peredaran darah.

Berikut nama 10 calhaj asal Jateng DIY yang wafat di Tanah Suci.
1. Indriyani Wahadi Wiyono, 54 tahun (kloter 2 asal Kabupaten Purbalingga)

2. Hadiarjo Singareja Singaleksana, 87 tahun (kloter 1, asal Kabupaten Banjarnegara)

3. Diah Rialati Kasbolah, 52 tahun (kloter 5, asal Kota Pekalongan)

4. Nasiman Mochamad Sahlan, 65 tahun (kloter 46, asal Kabupaten Cilacap)

5. Solikhin Mursidik Yastubi, 50 tahun (kloter 46, asal Kabupaten Banyumas)

6. Abdul Hadi Santosa, 67 tahun (kloter 25, asal Kabupaten Sleman)

7. Kardisah Wardi Yunus, 67 tahun (kloter 19, asal Kabupaten Demak)

8. Srijati Badrun Kasan, 51 tahun (kloter 63, asal Kabupaten Semarang)

9. Hasanudin Asantarjo Nayadrana, 52 tahun (kloter 42, asal Kabupaten Banjarnegara)

10. Sudarto Sadiyo Sasmito, 59 tahun (kloter 17, asal Kabupaten Grobogan).



(ALB)