Pendaki Gunung Slamet Diminta tak Bikin Api Unggun

Kuntoro Tayubi    •    Kamis, 17 Aug 2017 10:28 WIB
hut ri
Pendaki Gunung Slamet Diminta tak Bikin Api Unggun
Masyarakat dari berbagai daerah melakukan pendakian di Gunung Slamet, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi)

Metrotvnews.com, Pemalang: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau para pendaki yang akan merayakan HUT ke-72 kemerdekaan Republik Indonesia di puncak Gunung Slamet, tidak mendirikan tenda di sekitar kawah.

Pendaki juga dilarang membuat api di setiap pos-pos pendakian. Lantaran, kondisi pepohonan dan semak sudah mulai mengering. "Tidak membuat api di pos-pos, mulai dari pos 1 hingga 9,” kata petugas Pos Pengamatan Gunung Slamet di Gambuhan, Pemalang, Jawa Tengah, Sukedi, Kamis, 17 Agustus 2017.

Sukedi menyampaikan, status Gunung Slamet saat ini dalam kondisi normal (level 1). Pendaki diminta tetap mematuhi imbauan petugas. Termasuk mentaati batas waktu maksimal 10-15 menit saat di puncak gunung.

Sukedi mengaku tidak bisa memastikan jumlah pendaki yang akan menuju puncak Gunung Slamet. Saat ini pintu pendakian tersebar di sejumlah titik, baik dari Purbalingga, Pemalang, maunpun Tegal.

“Sejumlah pendaki sudah berkoordinasi dengan kami mengenai situasi Gunung Slamet. Kalau jumlahnya, ratusan,” ujarnya.

Sementara itu, mulai kemarin, ratusan pendaki mulai melakukan pendakian melalui sejumlah pintu pendakian di Kecamatan Pulosari, Pemalang. Yakni melalui pintu pendakian Dipajaya yang barada di Desa Clekatakan dan pintu pendakian di Desa Jurangmangu.

“Sengaja, agar bisa upacara di puncak. Sekalian mengibarkan bendera merah putih juga,”ujar Deden.


(SAN)