Sungai Menghitam, Petani Jepara Tutup Aliran Irigasi

Rhobi Shani    •    Senin, 14 Aug 2017 16:37 WIB
pencemaran
Sungai Menghitam, Petani Jepara Tutup Aliran Irigasi
Spanduk seruan Karangrandu lumbung padi Jepara merespon kondisi air sungai yang menghitam dipasang di depan Masjid Baiturohim Karangrandu. (Metrotvnews.com/Rhobi Shani)

Metrotvnews.com, Jepara: Petani di Desa Karangrandu, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, tidak lagi menggunakan air sungai Gede untuk mengairi sawah. Kondisi air sungai tercemar, berubah warna menjadi hitam dan mengeluarkan aroma busuk.
 
Mariyatun, petani setempat mengaku tak lagi berani menggunakan air sungai untuk mengairi sawahnya. Dia khawatir tanaman padi yang baru ditanam dua pekan lalu mati. (Baca: Air Sumur dan Persawahan di Jepara Menghitam)
 
“Airnya hitam dan bau. Nanti kalau tanaman saya mati bagaimana,” ujar Mariyatun, Senin 14 Agustus 2017.
 
Petani lainnya, Marsuni mengungkapkan hal senada. Selama menjadi petani, dia belum pernah mendapati air sungai Gede menghitam seperti saat ini. Sebelumhya, air sungai Gede pernah mengalami perubahan warna, namun itu disebabkan endapan sungai.
 
“Kalau dulu itu hitamnya wajar, mungkin karena tanah liat yang ada didasar terurai. Tapi sekarang hitam banget, penyebabnya apa, saya tidak tahu,” kata Marsuni.

Baca: Air Menghitam, Pemkab Jepara: Bukan Limbah Pabrik
 
Masyarakat desa setempat mendesak pemerintah Kabupaten Jepara segera bertindak. Melalui spanduk yang dipasang di pagar masjid Baiturohim desa, warga mengingkan Desa Karangrandu dikembalikan menjadi lumbung padi Jepara. Serta meminta, sungai yang melintasi desa tidak dijadikan comberan.
(SAN)