Pemkab Tegal Didorong Bekerja Sama dengan Pemalang Atasi Krisis Air Bersih

Kuntoro Tayubi    •    Rabu, 20 Sep 2017 09:36 WIB
kemarau dan kekeringan
Pemkab Tegal Didorong Bekerja Sama dengan Pemalang Atasi Krisis Air Bersih
Petugas PMI Kabupaten Tegal memberi bantuan air bersih kepada warga Desa Kertasari, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah -- MTVN/Kuntoro Tayubi

Metrotvnews.com, Tegal: Wilayah pantura Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, kerap dilanda kekeringan. Utamanya di Kecamatan Warureja dan Suradadi. Sejauh ini, belum ada antisipasi meski kekeringan sudah menjadi langganan setiap tahun.

Anggota DPRD Kabupaten Tegal dari Fraksi Golkar Agus Triyono mendorong Pemkab Tegal bekerja sama dengan Pemkab Pemalang untuk mengatasi krisis air bersih selama musim kemarau. "Solusi satu-satunya yaitu kerja sama dengan PDAM Kabupaten Pemalang. Sebab, dua kecamatan itu lebih dekat dengan Kabupaten Pemalang," kata dia, Rabu 20 September 2017.

Agus mengatakan, kerja sama dengan PDAM Kabupaten Pemalang untuk menyuplai air bersih ke Kecamatan Warureja dan Suradadi sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Namun, kerja sama itu belum membuahkan hasil.

"Memang harus ada pembicaraan serius antarbupati dengan difasilitasi Pemprov Jateng. Jika tidak, maka wilayah pantura akan tetap kekeringan," ujar anggota komisi IV itu.

Menurut Agus, solusi lainnya yang sempat dibicarakan adalah mengambil dari mata air di Kecamatan Jatinegara. Namun, upaya itu belum juga terealisasi karena besarnya anggaran untuk pembuatan instalasi ke wilayah pantura.

"Waduk Cacaban juga tidak bisa menyuplai air hingga wilayah pantura," terangnya.

Agus tak menampik, sebagian warga yang mampu sudah membuat sumur bor. Tapi, sumur bor juga kering saat kemarau seperti saat ini.

Untuk itu, Agus menghendaki agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memberikan bantuan air bersih secara rutin di wilayah pantura. "Desa yang sering dilanda krisis air bersih yaitu Desa Rangimulya di Kecamatan Warureja dan Desa Jatimulya, Jatibogor, Kertasari di Kecamatan Suradadi," pungkasnya.


(NIN)