Komplotan Pembunuh Tertangkap dari Luka di Tangan

Rhobi Shani    •    Senin, 28 Nov 2016 16:27 WIB
kasus pembunuhan
Komplotan Pembunuh Tertangkap dari Luka di Tangan
Gelar perkara kasus pembunuhan penagih utang di Mapolres Jepara, Jateng, Senin (28/11/2016). (Metrotvnews.com/Rhobi Shani)

Metrotvnews.com, Jepara: Tiga pelaku pengeroyokan terhadap penagih utang Andi Yulianto dan Ridwan di Desa Bantrung, Batealit Jepara, Jawa Tengah, diringkus polisi. Satu tersangka yang sempat melarikan diri ke Yogyakarta, akhirnya menyerahkan diri.
 
Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin menyampaikan, jajarannya tengah mendalamani peran tiga pelaku. Termasuk menguak motif pelaku mengakhiri hidup korban.

Baca: Penagih Utang Tewas dengan Luka Tusuk
 
“Tiga pelaku yang sudah ditahan ini, salah satunya yang melakukan penusukan sehingga menyebabkan korban Andi meninggal dan korban Ridwan luka parah,” ujar Samsu, saat gelar perkara di Mapolres Jepara, Senin sore (28/11/2016).

Tiga pelaku ditangkap adalah Kuswo, 40, Taufik Rohman, 22, dan Sofyan Dwi Sunarso, 26. Ketiganya merupakan warga Kecamatan Bangsri Jepara. Sementara, seorang wanita yang berada di lokasi kejadian, sampai saat ini statusnya masih menjadi saksi. 
 
“Ketiga pelaku ditangkap di tiga lokasi berbeda di Kecamatan Bangsri,” kata Samsu. 
 
Kronologi penangkapan, diuraikan Samsu, bermula dari informasi adanya pesta miras yang dilakukan pelaku dan sejumlah pemuda lain. Setelah dilakukan penyelidikan, polisi tak menemukan botol miras di lokasi.

Namun, ada satu pemuda yang kondisinya terlihat berbeda. Di tangannya ada bekas luka gores. Setelah ditanya, pelaku berkilah terkena irisan bambu. 

"Tapi terus dicecar, pelaku akhirnya kelabakan dan mengakui terlibat dalam kasus pengeroyokan itu,” papar Samsu.

Sementara itu, pelaku penusukan Kuswo, saat dimintai keterangan mengaku melakukan kejahatan itu karena membela diri. Sebelum peristiwa pengroyokan, korban menyerempet sepeda motor yang dikendarai pelaku.

Baca: Penuturan Saksi Pengeroyokan 2 Penagih Utang

Kemudian korban dikejar lalu dihentikan. Saat adu mulut, korban (Andi) mengeluarkan pisau dan menyabet ke pelaku penusukan.
 
“Seketika saya ambil paksa pisau itu dan balik menyerang ke korban,” kata Kuswo dengan tangan terborgol.
 
Hanya saja pihak kepolisian belum bisa menyimpulkan motif sebenarnya. Sebab keterangan pelaku itu perlu dipadukan dengan keterangan dari saksi kunci, yakni Ridwan yang sampai saat ini masih dirawat di RSUD Kartini Jepara.


(SAN)