KIP Plus Beda dengan KIP, Ini Rinciannya

Patricia Vicka    •    Rabu, 19 Oct 2016 15:26 WIB
kartu indonesia pintar
KIP Plus Beda dengan KIP, Ini Rinciannya
Siswa SMK 2 Kota Yogyakarta tengah menggunakan KIP Plus di koperasi sekolah. Foto: Metrotvnews.com/Patricia Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan Kartu Indonesia Pintar elektronik (KIP Plus) di Kota Yogyakarta, Rabu 19 Oktober 2016. KIP Plus merupakan inovasi pemerintah untuk mempermudah penyaluran bantuan pendidikan program Indonesia Pintar (PIP) ke siswa. 

Lalu, apa bedanya dengan KIP yang sudah dikeluarkan lebih dulu? 

Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikti Hamid Muhammad menjelaskan KIP Plus bisa dipakai sebagai alat pembayaran transaksi jual beli di beberapa toko yang telah bekerja sama dengan pemerintah. Siswa pemegang KIP Plus bisa langsung mendapatkan dan menggunakan dana tanpa harus difasilitasi pihak sekolah. 

"Pencairan dana langsung ke rekening bank siswa. Tak seperti sekarang, untuk mencairkan dana KIP perlu berkoordinasi dengan sekolah dan dinas pendidikan. Ini mempermudah dan mempersingkat siswa mencairkan uang," kata Hamid saat peluncuran KIP Plus, di SMKN 2 Kota Yogyakarta. 

Dana pencairan pun terbagi dua. Setengahnya bisa langsung cair dalam bentuk uang tunai, dan separuh lagi dipakai secara nontunai untuk belanja keperluan sekolah. 

Jika sukses diterapkan di Yogyakarta, Kemendikbud akan membagikan KIP Plus pada 2017 ke sekitar 46 juta siswa di 213 ribu sekolah di 44 kota dan kabupaten di Indonesia. 

"Dengan adanya KIP Plus, permasalahan akurasi data dan pemanfaatan dana bisa terselesaikan. Siswa juga belajar mengelola keuangan," kata Hamid. 

Kemendikbud mengganggarkan Rp 10 triliun untuk dana PIP 2017. Dana tersebut dibagikan untuk siswa seluruh jenjang pendidikan di Indonesia. Siswa SD mendapat Rp450 ribu per tahun, siswa SMP Rp750 ribu, dan siswa SMA Rp1juta.

Siswa SMKN 2 Kota Yogyakarta, Krisnajaya Atma Hartono, senang dengan kehadiran KIP Plus. Menurutnya penggunaan KIP Plus di mesin gesek EDC sangat mudah dan cepat. 

Dalam setahun, ia menerima dana KIP dua kali. Satu sementer mendapat Rp500 ribu. "Rp250 ribu langsung saya ambil untuk beli sepatu olahraga. Sisanya bisa buat berbelanja alat tulis sekolah di koperasi," kata pria yang tinggal di Wakuncen, Kota Yogyakarta, ini. 

Di tahap awal, KIP Plus bisa dipakai di mesin gesek EDC BNI dan BRI yang ada di Kota Yogyakarta. Ada sekitar 150 mesin EDC dan 40 toko yang sudah bisa melayani pembelanjaan menggunakan KIP Plus.


(UWA)