Muncul Daerah Rawan Bencana Baru di Yogyakarta

Patricia Vicka    •    Kamis, 17 Nov 2016 12:46 WIB
bencana alam
Muncul Daerah Rawan Bencana Baru di Yogyakarta
Ilustrasi. Foto: Metrotvnews.com/Batur

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Sejumlah daerah di DI Yogyakarta kini menjadi daerah rawan bencana. Tahun ini, longsor dan banjir terjadi di kawasan-kawasan yang sebelumnya tak pernah terjadi bencana alam. 

Kepala Pusat Pengendalian Operational Bencana BPBD DIY, Danang Syamsu, menjelaskan terjadi pergeseran peta daerah rawan longsor dan banjir. Misalnya, di Kabupaten Sleman. Banjir dan longsor biasanya terjadi di kawasan lereng Merapi. Kini, bencana juga hadir di kawasan selatan yang jauh dari lereng Merapi. 

Daerah rawan longsor dan banjir biasanya di wilayah Cangkringan, Turi, Pakem, dan Ngemplak. "Tapi, minggu lalu longsor dan banjir terjadi di daerah Mlati, Prambanan, dan Nganglik yang berada di selatan Sleman," ujarnya di kantor BPBD DIY, Kamis (17/11/2016). 

Bencana tanah longsor di Kabupaten Kulonprogo juga mulai bergeser ke tempat lain. Daerah yang terkena longsor baru ada di Pagerharjo, Suroloyo, dan Kulwaru Wates. 

"Daerah yang kena longsor itu baru dan belum ada EWS(sistem peringatan dini). Sementara daerah yang ada EWS-nya malah tak longsor," kata Danang.

Berdasarkan catatan BPBD DIY selama sepekan terakhir, banjir terjadi di Sinduadi Sleman yang merendam rumah dengan total 100 kepala keluarga di 2 RT dan beberapa wilayah bantaran kali Code Kota Yogyakarta. 

Sementara longsor terjadi di lima titik, yakni di Jalan Samirin Duwet Tridadi Sleman, sebelah barat Terminal Jombor Mlati, sebelah barat Jembatan Mriyan Margomulyo Sayegan, dan Desa Japlaksari Purwomartani. 

Tidak ada korban jiwa dalam bencana ini, namun dampaknya merusak beberapa rumah, bangunan, dan warung milik warga.


(UWA)