Hujan jadi Kendala Perbaikan Jalur Selatan Jateng

   •    Selasa, 15 Nov 2016 14:29 WIB
jalan rusak
Hujan jadi Kendala Perbaikan Jalur Selatan Jateng
Foto ilustrasi. (Metrotvnews.com/Iswahyudi)

Metrotvnews.com, Purwokerto: Perbaikan jalur selatan Jawa Tengah dikerjakan dengan sistem penambalan aspal. Namun, pekerjaan itu terkendala tingginya curah hujan. 

"Kalau hujan tentu susah kerja. Begitu kering, kerja (menambal jalan berlubang) tiba-tiba hujan lagi, lubang yang lama belum selesai ditutup, muncul lubang baru," kata Komitmen Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah Purworejo-Wangon, Farman Ali, dikutip Antara, Selasa (15/11/2016).

Kendati demikian, pihaknya akan terus menambal jalan berlubang di jalur selatan Jateng agar aman dan nyaman dilalui terutama saat liburan akhir tahun 2016. "Pokoknya, kita akan tambal terus," tegasnya.

Rencananya, kata dia, jalur selatan perbatasan Yogyakarta dan Wangon, Banyumas, Jateng, akan diperbaiki secara permanen. Saat ini, masih dalam tahap lelang. Menurut dia, lelang direncanakan selesai akhir 2016.

"Mudah-mudahan awal 2017 sudah mulai kerja. Tetapi untuk tahap awal, baru mengerjakan detail desainnya dulu dan pengembalian kondisi berupa penambalan lubang," katanya.

Ia memperkirakan pekerjaan fisik baru dilaksanakan mulai Juli 2017 berupa pelebaran jalan dan rekonstruksi.

Menurut Farman, seluruh ruas jalan nasional di jalur selatan Jateng antara batas Yogyakarta hingga Wangon akan dilebarkan secara bertahap dan diperkirakan selesai dalam kurun empat tahun.

"Jadi untuk saat ini, pekerjaannya masih berupa penambalan," jelasnya.

Terkait kerusakan di ruas Jalan Raya Sumpiuh-Tambak yang menggunakan konstruksi beton cetak, Farman mengatakan, ruas jalan tersebut nantinya akan direkonstruksi.


(SAN)