Cilacap Tetapkan Darurat Bencana, Banjarnegara Diperpanjang

Liliek Dharmawan    •    Rabu, 12 Oct 2016 16:15 WIB
banjir
Cilacap Tetapkan Darurat Bencana, Banjarnegara Diperpanjang
Foto ilustrasi. (Ant/Dhedez Anggara)

Metrotvnews.com, Cilacap: Banjir dan fenomena tanah bergerak di beberapa wilayah membuat Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menetapkan status darurat bencana. Kepastian itu disampaikan Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap Tri Komara Sidhy, Rabu, 12 Oktober.

Perlu diketahui, banjir melanda Kecamatan Sidareja dan Kedungreja. Lebih dari 1.500 rumah terendam. Selain itu, terjadi fenomena tanah bergerak di Kecamatan Cipari dan Wanareja. 

Baca: Banjir Cilacap Berangsur Surut

"BPBD terus melakukan berbagai antisipasi, mengingat bencana banjir dan tanah bergerak masih berlangsung," kata Tri, dikutip Media Indonesia

Menurut Tri, banjir yang melanda lebih dari 1.500 rumah di dua kecamatan setempat surut sekitar 20-30 sentimeter. Namun demikian, lanjutnya, pihaknya mengimbau warga untuk tetap waspada karena curah hujan diperkirakan masih tinggi.

Selain banjir, BPBD juga mengantisipasi tanah bergerak yang terjadi di Desa/Kecamatan Cipari, serta di Desa Madura, Kecamatan Wanareja.

Di kedua titik ada pergerakan tanah yang menyebabkan sejumlah rumah rusak dan beberapa lainnya terancam. "Khusus di Desa Madura, ada 5 rumah yang retak dan sebanyak 18 jiwa mengungsi," ┬Łujarnya.

Baca: Tanah Bergerak Landa Dua Desa di Cilacap

Terpisah, Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara Catur Subandrio mengungkapkan pihaknya memperpanjang darurat bencana hingga dua pekan mendatang sejak Senin (10/10) lalu. "Perpanjangan darurat bencana dilakukan karena lokasi Desa Mlaya masih terus terancam tanah bergerak. Apalagi masih ada 421 warga yang mengungsi. Saat ini, mereka mengungsi di tempat yang lebih aman," ┬Łkatanya.


(SAN)