BPBD Semarang Bersiap Menghadapi Banjir dan Longsor

Mustholih    •    Kamis, 12 Oct 2017 11:29 WIB
musim hujan
BPBD Semarang Bersiap Menghadapi Banjir dan Longsor
Suasana lengang terlihat di Terminal Bus Terboyo yang terendam rob di Semarang, Jawa Tengah -- ANT/Aditya Pradana Putra

Metrotvnews.com, Semarang: Memasuki musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang mulai mewaspadai bencana banjir dan tanah longsor. Sejumlah langkah antisipasi pun disiapkan.

"Kalau terjadi banjir atau longsor, pasti akan terdeteksi sejak dini. Anggota kita beserta peralatannya segera meluncur ke TKP (tempat kejadian perkara)," kata Kepala BPBD Kota Semarang Agus Hermunanto di Semarang, Jawa Tengah, Kamis 12 Oktober 2017.

Agus menjelaskan, salah satu langkah antisipasi adalah membentuk desa siaga bencana. Program ini diklaim sudah berjalan di 33 desa se-Kota Semarang. Setiap desa memiliki 15 relawann.

"Kita juga sudah membentuk kelurahan tangguh bencana. Kalau terjadi bencana, desa langsung koordinasi dengan relawan. Relawan akan mengantisipasi bencana, setelah itu dilaporkan ke posko utama," ujar Agus.

Posko utama, lanjut Agus, berada di Kantor BPBD Kota Semarang. Menurutnya, di Semarang ada beberapa daerah yang menjadi langganan banjir dan longsor.

Daerah rawan banjir biasanya berada di wilayah yang berada di aliran Sungai Sringin, Mangkang, dan Banjir Kanal Timur yang masuk ke Sawah Besar. Sedangkan, daerah rawan longsor berada di Tembalang, Candisari, Gunungpati, dan Mijen.

"Karena sudah antisipasi, kebencanaan di Semarang mungkin lebih sedikit. Masalah kebencanaan belum ada yang berarti," ujar Agus.

Agus megatakan, sebenarnya BPBD bisa dikatakan tidak pernah libur mengantisipasi bencana. Sebab, bencana bisa datang pada musim kemarau maupun hujan.

"BPBD tidak ada hentinya setahun penuh karena masalah banjir longsor, kebakaran, kekeringan," pungkas Agus.


(NIN)