Bawa 3 Kg Sabu, Tiga Orang Ditangkap di Bandara Adisutjipto

Patricia Vicka    •    Sabtu, 21 Oct 2017 15:01 WIB
narkoba
Bawa 3 Kg Sabu, Tiga Orang Ditangkap di Bandara Adisutjipto
Tiga tersangka bersama barang bukti yang berhasil diciduk. Foto: MTVN/Patricia Vicka

Metrotvnews.com Yogyakarta: Petugas keamanan Bandara International Adisucipto Yogyakarta menggagalkan penyelendupan narkoba. Tiga calon penumpang penerbangan ke Balikpapan dicokok karena berusaha menyelundupkan sabu-sabu seberat 3 Kg di selangkangan.

"Sabu-sabu dibungkus rapi dengan lakban. Lalu direkatkan ke bagian tubuh yakni di paha atas atau selangkangan," ujar General Manajer PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto, Agus Pandu Purnama, Sabtu 21 Oktober 2017.

Terungkapnya kasus ini terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, Jumat 21 Oktober 2017. Mereka berusaha mengelabui detektor. Namun aksi mereka terbongkar karena kecurigaan petugas pada gerak-gerik tiga penumpang saat hendak Screening Check Point 2 di Terminal B.  Petugas kemudian mengarahkan mereka untuk body screaning.

"Waktu di-body screaning, didapatilah sabu-sabu yang dibungkus dalam empat bagian. Masing-masing seberat 750 gram. Kami langsung tangkap mereka" jelas Agus.

Keempat pelaku tersebut adalah penumpang dari Pekanbaru yang hendak berangkat ke Balikpapan dengan menggunakan pesawat Sriwijaya SJ-230. Mereka tengah transit di Bandara Adisucipto.

Ketiga penumpang berinisial MR, 21, BS, 26, dan WW, 27. Mereka menggunakan indentitas palsu. Pelaku keempat berhasil kabur dan dalam pengejaran petugas.

Kepala Bidang Pemberantasan Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNN) DI Yogyakarta AKBP Mujiyana menyebut barang haram ini ditaksir bernilai Rp4,5 Miliar. Rencananya sabu akan diedarkan di Balikpapan.

Aksi ini bukan pertama kalinya dilakukan oleh pelaku. "Mereka pernah lolos menyelundupkan sabu-sabu dengan berat dan modus serupa di Bandara Palembang. Tujuannya ke Balikpapan juga," jelas Mujiyana.

Para pelaku mengaku mereka mendapatkan upah sebesar Rp13 juta saat berhasil menyelundupkan barang haram tersebut. "Seluruh pelaku mengaku warga Balikpapan. Sehari-hari ketiganya berprofesi sebagai sopir truk. Mereka semua jaringan dari Kalimantan," tutur dia.


(SUR)