Gubernur DIY Minta Warganya Waspada Difteri

Patricia Vicka    •    Rabu, 13 Dec 2017 11:07 WIB
klb difteri
Gubernur DIY Minta Warganya Waspada Difteri
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X -- medcom.id/Patricia Vicka

Yogyakarta: Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X meminta warganya waspada pada penyebaran penyakit difteri. Apalagi, sempat ada satu siswa di Sleman diduga terjangkit difteri.

"Kita harus mewaspadai, karena suspect itu mudah menjalar," kata Sultan di Yogyakarta, Selasa, 12 Desember 2017.

Saat ini, lanjut Sultan, pihaknya sedang mencari tahu berapa banyak warga DIY yang diduga terjangkit difteri. Ia pun mengimbau warga selalu menjaga kebersihan dan menjalankan pola hidup sehat.

"Apalagi ini musim hujan. Kalau kotor, potensi (penyebaran) bisa lebih besar," lanjutnya.

(Baca: Seorang Pelajar di Sleman Sempat Diduga Difteri)

Terpisah, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Yogyakarta Antonius Fokki Ardiyanto mendesak Dinas Kesehatan segera memetakan sejauh mana antisipasi penyakit difteri. "Harus ada pemetaan yang jelas dari hulu ke hilir," kata dia.

Fokki juga meminta Dinkes Yogyakarta transparan memberikan onformasi kepada masyarakat terkait kondisi terkini peyebaran difteri. Diharapkan publik tidak khawatir dengan adanya pemetaan dan transparansi.

Sebagai informasi, seorang siswa di Sleman diduga terjangkit Difteri. Belakangan, siswa tersebut dinyatakan negatif difteri setelah menjalani pemeriksaan laboratorium di RSUP Sardjito.

Dinas Kesehatan DIY mengklaim telah terbebas dari penyakit difteri sejak beberapa tahun belakangan. Tingginya cakupan vaksinasi menjadi faktor utama nihilnya penyakit difteri.

(Baca: Cara DIY Nihil Kasus Difteri)

Sejak 2007, imunisasi anak di DIY mencapai lebih dari 90 persen. Walau nihil difteri, pemda tetap melakukan sejumlah antisipasi untuk mencegah Difteri masuk ke DIY. Di antaranya dengan memperkuat sistem pengawasan melalui diagnosis dini dengan melibatkan petugas medis di puskesmas dan tingkat pelayanan pertama.

Penyakit difteri disebabkan bakteri Corynebacterium Diphteriae. Penyakit ini dan ditularkan jika ada kontak langsung dengan penderita dan bisa disebarkan melalui udara. Kuman difteri keluar bersama air ludah atau ingus penderita.

Bayi berusia tiga tahun ke bawah paling rentan terkena difteri. Mereka lemah karena sistem kekebalan tubuhnya belum terbentuk dengan baik.


(NIN)