Sleman Tunggu Petunjuk Teknis Pengisian Kolom Penghayat Kepercayaan

Patricia Vicka    •    Senin, 13 Nov 2017 17:14 WIB
penghayat kepercayaan
Sleman Tunggu Petunjuk Teknis Pengisian Kolom Penghayat Kepercayaan
Ilustrasi. Foto: MI/Arya Manggala

Yogyakarta: Sejumlah warga penganut aliran kepercayaan di Kabupaten Sleman DIY belum bisa mencantumkan identitas kepercayaan mereka di Kartu Tanda Penduduk. Pasalnya Disdukcapil Pemkab Sleman masih menunggu petunjuk teknis tata cara pencantuman aliran kepercayaan dari pemerintah pusat.
 
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemkab Sleman Jazim Sumirat mengatakan, pihaknya belum mengetahui petunjuk teknis pengisian aliran kepercayaan pada KTP dan Kartu Keluarga (KK). ”Kami masih menunggu saja dari pemerintah pusat. Baru bisa mengaplikasikannya pada masyarakat,” kata Jazim melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Senin 13 November 2017.
 
Selama ini warga penganut aliran kepercayaan di Kabupaten Sleman diperbolehkan untuk mengosongkan kolom agama pada KTP dan KK. Namun pada system data based, mereka tetap mencantumkan nama aliran kepercayaannya. 

Jazim menjelaskan, untuk bisa mengakomodasi pencantuman nama aliran kepercayaan, diperlukan perubahan sistem pencatatan data base kependudukan di Kemendagri. Nama aliran kepercayaan yang akan dicantumkan akan ditentukan oleh pemerintah pusat. Oleh sebab itu, pemerintah pusat kini tengah menggodok perusahan system pencatatan tersebut.
 
Usai putusan MK soal aliran kepercayaan bisa mencantumkan nama kepercayaannya, Jazim mengaku belum ada warga penganut aliran kepercayaan yang datang berkonsultasi ke Disdukcapil. Ia mengaku siap untuk mensosialisasikan perubahan ini jika sudah mendapat petunjuk teknis perubahan.
 
Senanda dengan Sleman, Disdukcapil Pemerintah Kota Yogyakarta juga masih menunggu kepastian dan tata cara pengisian aliran kepercayaan pada kolom agama KTP dan KK.
 
Berdasarkan catatan kependudukan Pemda DIY, jumlah warga yang menganut aliran kepercayaan di seluruh DIY per semester pertama 2017 sebanyak 431 orang. Kabupaten Gunung Kidul memiliki warga terbanyak yang menganut aliran kepercayaan dengan jumlah 356 orang. Disusul Sleman dengan 22 orang, Bantul 20 orang, Kulonprogo 17 orang dan Kota Yogyakarta 16 orang.




(ALB)