Korpri Pantau PNS Agar tak Telibat Gerakan Radikal

Ahmad Mustaqim    •    Jumat, 03 Nov 2017 15:25 WIB
korpri
Korpri Pantau PNS Agar tak Telibat Gerakan Radikal
Ketua Dewan Korpri Zudan Arif Fakrulloh -- MTVN/Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) saat ini sedang memantau Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tak mengikuti gerakan radikalisme. Sebab, beberapa ASN diketahui terlibat dalam salah satu gerakan radikal.

"Korpri terus mencermati. Tak hanya di pusat, bersama tim daerah, kami mencermati para ASN," kata Ketua Dewan Korpri Zudan Arif Fakrulloh di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Jumat 3 November 2017.

Zudan mengaku, pernah mengetahui ada PNS terlibat Gafatar. "Tapi, saya yakin tidak ada 20 persen (PNS yang terlibat gerakan radikal). PNS kami ada 4,5 juta," kata Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri ini.

Menurut Zudan, pengawasan dilakukan pada kegiatan keseharian PNS saat bertugas. Jika ada PNS yang berpakaian tak rapi, akan langsung diingatkan.

"Walaupun kami tidak tahu aktivitas di luar kantor. Tapi, kami selalu komunikasi dalam melakukan pengawasan," ujarnya.

Zudan menambahkan, Korpri juga memiliki badan pembinaan kerohanian yang memberikan bimbingan rohani kepada PNS. Misalnya, mengampanyekan kepada PNS yang muslim agar selalu bersikap moderat.

"Tiap provinsi ada gerakan Islam moderat, walaupun karakter Islam memang sudah moderat. Kita ingin adanya kesederhanaan di setiap anggota," kata dia.


(NIN)