Saat Taksi Konvensional Mengantar ke Kota Lain demi Setoran

Rhobi Shani    •    Senin, 06 Nov 2017 12:29 WIB
taksi onlinetransportasi berbasis aplikasi
Saat Taksi Konvensional Mengantar ke Kota Lain demi Setoran
Beberapa taksi konvensional di Jepara menanti penumpang. Foto: MTVN/Rhobi Shani

Metrotvnews.com, Jepara: Masuknya taksi berbasis aplikasi di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, membuat pendapatan sopir taksi konvensional menurun. Tak jarang karena setoran kurang, pengemudi taksi harus memutar otak.

Wahid misalnya, salah satu sopir yang merasakan dampak kehadiran taksi berbasis aplikasi.

“Penurunan ini saya rasakan sejak seminggu terakhir. Saya belum melihat sendiri mobilnya, tapi informasi dan dari aplikasi memang sudah ada,” kata Wahid ditemui di pangkalan taksi konvensional di kawasan Shoping Centre Jepara (SCJ), Senin 6 November 2017.

Dia mengaku kesulitan menutup setoran wajib Rp230 ribu per 24 jam. Untuk menutup kekurangan setoran, dia melayani penumpang hingga luar kota.

“Karena KS (kurang setoran) terpaksa mengantar sampai kota lain tidak hanya di Jepara,” kata Wahid.

Memang, saat Metrotvnews.com mencoba aplikasi Grab, beberapa taksi daring tedeteksi beroperasi di Jepara. Taksi berbasis aplikasi itu diketahui berada di kawasan RSUD Kartini dan di Jalan Soekarno-Hatta. Padahal, belum ada taksi online yang mengurus izin sesuai aturan baru angkutan online di kota ini.

Kepala Bidang Perhubungan Darat pada Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara Setyo Adhi menyampaikan, sejak Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 Tahun 2017 mulia diberlakukan 1 November 2017, belum ada satu pun kendaraan roda empat yang mengajukan uji KIR untuk kendaraan sewa khusus.

“Melalui Dishub provinsi Permen tersebut sudah disosialisasikan ke pengusaha-pengusaha angkutan umum. Dan sampai sekarang belum ada yang mengajukan (uji KIR),” terang Adhi.


(SUR)