Puluhan Desa di Pantura Rawan Banjir

Kuntoro Tayubi    •    Senin, 27 Nov 2017 20:24 WIB
banjir
Puluhan Desa di Pantura Rawan Banjir
Normalisasi sungai di Desa Larangan, Kabupaten Brebes, upaya mencegah banjir di musim penghujan, MTVN - Kuntoro Tayubi

Brebes: Curah hujan di wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, meningkat jelang akhir tahun 2017. Sebanyak 48 desa diimbau waspada karena daerahnya rawan banjir.
 
"Saat ini intensitas hujan mulai meningkat, diperkirakan Desember dan Januari adalah puncak musim hujan. Ada 48 desa di Kabupaten Brebes yang rawan banjir, untuk itu warga untuk waspada," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes, Eko Andalas, Senin, 27 November 2017.
 
Berdasarkan rapat koordinasi yang telah dilakukan bersama dinas instansi terkait, kata Eko, 30 dari 48 desa berlokasi di kecamatan di wilayah Pantura. Yakni di Kecamatan Losari, Tanjung, Bulakamba, Wanasari dan Kecamatan Brebes.
 
Sementara 18 desa rawan banjir lainnya terdapat di Brebes wilayah tengah dan selatan. Banjir disebabkan karena limpasan air. Seperti yang sering terjadi di Kelurahan Limbangan, disebabkan air di Sungai Sigeleng meluap.
 
Selain itu, penyebab kebanjiran juga adanya pendangkalan sungai dan tanggul yang jebol. Untuk itu, langkah antisipasinya pihaknya telah melakukan perbaikan disejumlah titik beberapa bulan uang lalu. Diantaranya melakukan pengerukan dan perbaikan tanggul oleh instansi terkait.
 
Tidak hanya bencana banjir, memasuki musim hujan ada beberapa wilayah selain rawan banjir juga rawan terjadinya longsor. Terutama di wilayah selatan. Seperti Kecamatan Salem, Paguyangan, Tonjong, Sirampog dan Bantarkawung. Di mana wilayah tersebut merupakan wilayah pegunungan.
 
"Adanya pemetaan wilayah yang rawan bencana banjir dan longsor ini agar semua dinas instansi terkait siap dengan fungsi dan perannya masing-masing. Begitu juga masyarakat untuk waspada," ujarnya.


(RRN)