Warga Bantul Mulai Bersihkan Endapan Lumpur

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 30 Nov 2017 12:49 WIB
banjirlongsorbencanabencana alam
Warga Bantul Mulai Bersihkan Endapan Lumpur
Warga Bantul secara bergantian membersihkan endapan lumpur dari rumah ke rumah. (MTVN-Ahmad Mustaqim)

Bantul: Warga Kabupaten Bantul yang terdampak banjir mulai membersihkan rumah mereka dari endapan lumpur. Di Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, warga saling bergantian membersihkan lumpur dari rumah ke rumah.
 
Mereka membersihkan lumpur dengan pompa air dan selang. Dengan alat itu, warga kemudian menyemprotkan ke sudut-sudut rumah yang terendam lumpur. 
 
Budi, warga Desa Sriharjo, mengatakan, endapan lumpur di setiap rumah berbeda. Seperti lumpur yang mengendap di rumahnya memiliki ketebalan lima sentimeter. "Rata-rata segitu akibat banjir kemarin," kata dia pada Kamis, 30 November 2017. 
 
Lumpur yang berada di dalam rumah mereka dorong ke luar rumah. Budi berkata, lumpur di dalam rumah telah masuk hingga perabotan rumah tangga. Bahkan, kata Budi, sejumlah alat elektroniknya ikut rusak. 
 
"Bau endapan lumpurnya sampai amis. Kalau tidak dibersihkan tak bisa ditempati," ungkapnya. 
 
Budi membersihkan rumahnya dibantu sejumlah tetangga. Mereka silih berganti saling membantu beberapa orang membersihkan rumah tetangga dan keluar. "Kalau banyak yang bantu jadi agak ringan, jadi cepat selesai," ujarnya. 
 
Sujarwo, yang juga warga Desa Sriharno, menjadi salah satu orang terdampak banjir. Ia juga membersihkan rumahnya dengan bantuan tetangga. Selesai di rumahnya, pembersihan rumah berganti ke tetangga yang lain. 
 
Tak hanya membersihkan rumah, mereka juga membersihkan fasilitas umum, seperti masjid yang sempat terendam banjir. Banjir yang terjadi di desa tersebut berasal dari Sungai Oya dan Sungai Opak. 
 
Catatan BPBD DIY, hujan yang terjadi sepanjang Selasa, 28 November 2017, lebih dari 24 jam, menyebabkan sejumlah bencana. Seperti pohon tumbang (131 titik), longsor (114 titik), dan banjir (110 titik). 
 
Sementara, banjir juga menyebabkan warga di lima kabupaten/kota di DIY ikut terdampak. Rinciannya, Kota Yogyakarata sekitar 151 jiwa, Kulonprogo (58 jiwa), Bantul (4756 jiwa), Gunung Kidul (3276 jiwa), dan Sleman (214 jiwa). Banjir juga merusak sejumlah fasilitas seperti tempat ibadah, jaringan telepon, hingga infrastruktur jalan dan jembatan. 



(ALB)