Erupsi Gunung Agung

UGM Bangun 40 Posko Penyelamatan Ternak

Ahmad Mustaqim    •    Senin, 02 Oct 2017 12:43 WIB
erupsi gunung agung
UGM Bangun 40 Posko Penyelamatan Ternak
Warga melintasi jalan di Desa Culik yang berjarak 10 Km dari Gunung Agung, Ant - Nyoman Budhiana

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Relawan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mendirikan posko penyelamatan ternak di Kabupaten Karangasem, Bali. Posko itu menampung ternak milik warga yang terdampak erupsi Gunung Agung.

Dekan Fakultas Peternakan UGM Ali Agus mengatakan ternak merupakan bagian penting dari masyarakat. Lamtaran itu, relawan mendirikan posko di beberapa lokasi dan bekerja sama dengan sejumlah lembaga.

"Keselamatan ternak menjadi bagian tak terpisahkan dari manusianya," lata Ali dalam keterangan tertulisnya, Senin 1 Oktober 2017.

Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kerja Sama Fakultas Peternakan UGM, Bambang Suwignyo, mengatakan mendapat laporan warga nekat menerobos zona berbahaya di lereng Gunung Agung. Alasannya mereka hendak menyelamatkan ternak. 

Beberapa warga juga menjual ternak. Namun harganya murah.

"Bahkan hingga separuh harga normal. Sehingga posko penyelamatan ternak pun diperlukan," ungkap Bambang.

Bambang mengatakan tim dari UGM sudah berada di Bali sejak beberapa waktu lalu. Mereka berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

Mereka membangun 40 posko. Sebanyak 3.000 ekor sapi dievakuasi. 

"Sumber pakan hijauan lebih diutamakan karena masih sangat kurang. Konsentrat relatif, sudah ada beberapa donor yang bersedia membantu. Tapi, kami belum bisa memprediksi sampai berapa lama situasi darurat ini,” tutur Bambang.

Ia menambahkan posko bersama selain bersiap dengan stok pakan konsentrat juga menawarkan program edukasi pengurangan risiko bencana. Pihaknya mengaku mengusulkan program membuat pakan fermentasi dengan melibatkan para pengungsi. Pakan fermentasi, lanjutnya, dapat disimpan dalam waktu lama dengan tidak rusak, sehingga dapat untuk antisipasi stoknya andai erupsi berlangsung lama.

Baca: Heboh Video Warga Nekat Naik ke Gunung Agung

"Setidaknya membuat stock pakan fermentasi akan mengurangi frekuensi peternaik naik ke kawasan rawan bahaya zona merah (0 ssampai dengan 6 km) dan kuning (6 sampai dengan 12 km). Pelibatan pengungsi, selain ada edukasi, juga dapat menjadi wahana interaksi dan mengurangi stress di pengungsian," jelas dia.


(RRN)