Lima Nelayan Terombang-ambing 3 Hari di Perairan Semarang

Mustholih    •    Kamis, 28 Dec 2017 17:44 WIB
nelayan
Lima Nelayan Terombang-ambing 3 Hari di Perairan Semarang
Kapal nelayan dari pelabuhan Batang ditarik oleh kapal cepat RIB milik Badan SAR Nasional Jawa Tengah. (Foto: Dokumentasi Basarnas Jawa Tengah)

Semarang: Sejumlah nelayan terombang-ambing di perairan Semarang, Jawa Tengah, selama dua hari tiga malam akibat mesin kapal jenis Sopek yang ditumpangi mereka mati di tengah laut. Mereka berhasil dievakuasi pada pukul 09.30 WIB, Kamis, 28 Desember 2017 setelah kapal yang bertolak dari Pelabuhan Batang itu ditarik oleh kapal cepat RIB milik Badan SAR Nasional Jawa Tengah.

"Kapal tersebut dievakuasi ke Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang," kata Kapten Kapal Basarnas Jawa Tengah, Adil Triyanto, di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang kepada wartawan.

Kapal jenis Sopek ini bernama Ikhtiari. Kapal yang memuat lima orang awak ini bertolak dari Pelabuhan Batang, Jawa Tengah, itu pada pukul 17.00 WIB, Senin, 25 Desember 2017. Ke lima awak kapal itu bernama Teguh (54), Trenggono (57), Kusharjo (48), Turlihwan (35), dan Tejo (50)

Namun, pada 18 kilometer dari Pelabuhan Tanjung Emas, mesin kapal mendadak mati. Menurut Adil, ke lima awak kapal ditemukan selamat namun dalam kondisi fisik yang sudah lemah. "Jumlah POB (person on board) sebenarnya lima orang, namun yang dua sudah dievakuasi oleh nelayan Semarang. Mereka yang laporan ke kami bahwa kapal mereka mati mesin dan masih ada tiga rekan mereka di kapal," ujar Adil.

Salah satu awak kapal, Teguh, mengungkap penyebab kapal mereka mati di tengah lautan. Menurut Teguh, kapal mereka mati karena kerusakan di nozzel dan pipa injektor bahan bakar sehingga suplai bahan bakar ke mesin terhambat. 

"Saat ini kami telah berada di KN SAR 231 Sadewa milik Basarnas untuk pengecekan kesehatan dan istirahat," ungkap Teguh.


(ALB)