Kejati Jateng Tunggu Salinan Putusan Praperadilan Bupati Jepara

Mustholih    •    Rabu, 15 Nov 2017 16:11 WIB
praperadilan
Kejati Jateng  Tunggu Salinan Putusan Praperadilan Bupati Jepara
Ilustrasi. MTVN/M Rizal

Metrotvnews.com, Semarang: Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah belum mengambil langkah hukum setelah kalah praperadilan denga Bupati Jepara Ahmad Marzuqi di Pengadilan Negeri Semarang. Kejati Jateng mengaku belum menerima salinan putusan Hakim tunggal Lasito.

"Kita tunggu salinan putusan Hakim untuk mengambil langkah selanjutnya. Kita kan belum terima," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jateng, Sugeng Riyadi,saat dihubungi Metrotvnews.com, Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 15 November 2017.

Sugeng menyatakan Kejati Jateng baru mengambil langkah hukum setelah menerima salinan putusan dari PN Semarang. Kejati Jateng belum bisa bersikap sebelum melihat putusan serta pertimbangan dari Hakim tunggal Lasito.

"Kita lihat duku putusan lengkapnya, pertimbangan hakim apa. Kita tidak bisa main kira-kira. Kita harus pelajari dulu putusan lengkapnya," tegas Sugeng. Dia pun mengaku Belum tahu kapan menerima salinan putusan.

(Baca: Bupati Jepara Menang Praperadilan)

Marzuqi pernah ditetapkan sebagai tersangka pada 2016 dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan keuangan bagi PPP Kabupaten Jepara pada 2011-2012. Pada saat itu, penyidik menyampaikan dua alat bukti permulaan, yakni keterangan sejumlah saksi dan bukti surat.

Hakim Lasito menyatakan dua bukti tersebut belum memenuhi alat bukti yang cukup untuk menyatakan pemohon sebagai tersangka. Hakim menyebut bukti permulaan yang dikeluarkan oleh Kejati Jateng tak bia menggambarkan perbuatan pidana Ahmad Marzuqi.

Kejaksaan Tinggi sendiri pernah menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) karena dinilai kurang bukti. Terhadap SP3 tersebut, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia mengajukan gugatan praperadilan terhadap Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah dan dikabulkan.

Dalam putusannya, PN Semarang membatalkan SP3 dan memerintahkan penyidik untuk kembali mendalami alat bukti untuk penetapan kembali Ahmad Marzuqi sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Dalam putusan itu, juga dijelaskan tentang putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang atas terpidana dalam kasus itu yang sudah diadili bisa digunakan sebagai alat bukti.


(SUR)