Menteri PPA: Forum Perempuan harus Majukan Indonesia

Ahmad Mustaqim    •    Jumat, 14 Sep 2018 10:17 WIB
pemasyarakatan
Menteri PPA: Forum Perempuan harus Majukan Indonesia
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise, Medcom.id - Ahmad Mustaqim

Yogyakarta: Sidang Umum ke-35 Dewan Perempuan International atau International Council of Women (ICW) dan Temu Nasional Seribu Perempuan Indonesia di Yogyakarta diharapkan bisa memajukan perempuan Indonesia. Acara tersebut juga diharapkan berdampak positif bagi kemajuan Indonesia pada umumnya. 

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise mengatakan peran perempuan di Indonesia masih banyak diterpa persoalan. Bersama anak, perempuan menjadi kelompok yang rentan pada tindak kekerasan, konflik, kemiskinan, hingga bencana alam. 

"Bentuk kekerasan (yang dialami perempuan) berbagai macam, dari fisik, psikis, bahkan seksual," kata Menteri Yohana dalam acara makan malam Sidang Umum ke 35 Dewan Perempuan International atau International Council of Women (ICW) dan Temu Nasional Seribu Perempuan Indonesia di Hotel Inna Malioboro Yogyakarta, Kamis malam, 13 September 2018. 

Tak hanya itu, ia melanjutkan, diskriminasi terhadap perempuan juga masih terjadi di berbagai daerah. Baik berupa pemberian beban ganda, cap negatif, kelompok rentan, hingga subordinatif. 

Perempuan, ungkapnya, masih dinilai menjadi pihak yang hanya mengurusi masalah domestik rumah tangga. "Sementara, laki-laki diidentikkan dengan pencari nafkah. Ini ya g membuat perempuan berpendapatan rendah," ujarnya. 

Menteri Yohana mengungkapkan, forum penting yang dilakukan hingga beberapa hari ke depan itu harus bisa mencari sejumlah solusi memperbaiki kesetaraan gender di Indonesia, lebih luas lagi negara peserta. Ia menilai, sejumlah aspek yang layak dipikirkan untuk perbaikan peran perempuan yakni pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi. 

"Perempuan memiliki potensi besar. Akses perempuan untuk terlibat di segala bidang perlu diberikan ruang," kata dia. 


(RRN)