Golkar Jepara tak Halangi Eks Terhukum Nyaleg

Rhobi Shani    •    Selasa, 07 Aug 2018 16:41 WIB
pileg
Golkar Jepara tak Halangi Eks Terhukum <i>Nyaleg</I>
Proses verifikasi perbaikan syarat bacaleg di KPU Jepara. Medcom.id/Rhobi Shani

Jepara: Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) masing-masing mendaftarkan satu bakal calon anggota legislatif yang berstatus mantan narapidana. Itu diketahui setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, selesai menelitian daftar dan syarat bacaleg hasil perbaikan.

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Jepara Jafar mengakui satu bacaleg yang mereka daftarkan mantan terhukum. Sang bacaleg sebelumnya pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Jepara yang pernah menjadi anggota DPRD dari Partai Hanura.

Setelah tersadung masalah pidana umum, kini kembali meramaikan kontestasi pemilu legislatif lewat Partai Golkar. "Partai Golkar tak masalah dengan status bacaleg tersebut. Kami ingin memberi kesempatan (bacaleg mantan narapidana) untuk berubah lebih baik, lagi pula bukan kasus korupsi," ujar Jafar, Selasa, 7 Agustus 2018.

Komisioner KPU Jepara, Subchan Zuhri menyampaikan, selain bacaleg Partai Golkar, satu nama bacaleg PPP merupakan mantan narapidana. Keduanya merupakan mantan narapidana kasus pidana umum.

"Bukan mantan narapidana kasus korupsi, jadi masih boleh. Tapi harus melengkapi syarat-syarat sebagai mantan narapidana," terang Subchan.

Bacaleg mantan narapidana harus melampirkan empat dokumen persyaratan, yaitu surat salinan putusan dari pengadilan, surat telah bebas menjalani pidana, surat keterangan pernah mengumumkan di media secara terbuka, serta surat keterangan dari redaksi telah mengumumkan.

"Verifikasi perbaikan daftar dan syarat calon sudah selesai. Tahapan selanjutnya penyusunan dan penetapan DCS (Daftar Calon Sementara)," kata Subchan.

KPU Jepara telah mencatat 583 nama. Namun, ada perubahan karena bacaleg mengundurkan diri saat proses perbaikan ada partai yang mengganti bacalegnya.


(SUR)