BPBD Gunungkidul Datangkan Air dari Bantul dan Wonogiri

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 04 Jul 2018 11:41 WIB
kekeringan
BPBD Gunungkidul Datangkan Air dari Bantul dan Wonogiri
ilustrasi Medcom.id

Gunungkidul: Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta mendatangkan air dari Kabupaten Bantul dan Wonogiri, Jawa Tengah untuk menanggulangi kekurangan air akibat kemarau. Hingga kini, lebih dari 50 desa masih terdampak kekeringan. 

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki menuturkan, keputusan mengambil air dari dua kabupaten itu memiliki jarak yang lebih dekat. Misalnya, Kecamatan Rongkop dan Girisubo, bantuan air diambilkan dari Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri. 

Sedangkan, Kecamatan Panggang, Gunungkidul, diambilkan dari kawasan Bantul. "Kami putuskan ambil air yang tempatkan tak jauh dari lokasi kekeringan," ujar Edy saat dihubungi, Rabu, 4 Juli 2018. 

Pemberian bantuan air masih dilakukan setiap hari di lokasi kekeringan. Enam mobil tangki operasional setiap hari untuk memasok bantuan air bersih. 

Dalam sehari, satu mobil tangki bisa mengirimkan bantuan sebanyak empat kali. "Patokan pemberian bantuan (air bersih) by name by address," ujarnya. 

Edy menyatakan daerah terdampak kekeringan belum mengalami penambahan. Ada sebanyak 96.523 jiwa di 54 desa terdampak kekeringan di musim kemarau tahun ini. 54 desa itu berada di 11 kecamatan. Anggaran penanggulangan kekeringan sebesar Rp638 juta. 

Selain itu, lanjutnya, ada sejumlah rukun tangga yang mengajukan tambahan bantuan air bersih. Rukun tangga tersebut berada di Desa Kedungreja, Kecamatan Nglipar dan Desa Sambirejo, Kecamatan Ngawen. "Puncak musim kemarau diperkirakan pada bulan Agustus mendatang," kata dia. 

Bupati Gunungkidul, Badingah mengatakan penanggulangan kekeringan di musim kemarau akan memaksimalkan sumber air dari lawasan Pantai Baron, Kecamatan Tanjungsari. Menurut dia, sudah ada perbincangan masalah kekeringan dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. 

Ia juga berkata, Sri Sultan meminta Pemkab Gunungkidul mengajukan bantuan dana untuk pemaksimalan sumber air dari Pantai Baron yang memiliki debit air hingga 900 liter perdetik. "Tapi memang yang baru termaksimalnya 100 liter perdetik. Sementara, bantuan air kami dropping sambil mencari sumber air baru," ujarnya. 


(ALB)