Tokoh Agama Jepara Deklarasi Lawan Terosisme dan Radikalisme

Rhobi Shani    •    Selasa, 15 May 2018 11:50 WIB
terorisme
Tokoh Agama Jepara Deklarasi  Lawan Terosisme dan Radikalisme
Doa bersama dan deklarasi anti terorisme di masjid Mapolres Jepara. Medcom/Rhobi Shani

Jepara: Puluhan tokoh agama dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, berkomitmen memerangi terorisme. Komitmen tersebut dituangkan dalam deklarasi bersama di Masjid Kholilurrahman, Polres Jepara.

Kegiatan ini diinisiasi Polres Jepara. Deklarasi dimulai dengan doa bersama untuk korban jiwa dari teror di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, dan di Surabaya, Jawa Timur.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho menyampaikan, tokoh agama adalah salah satu yang berperan penting dalam membendung aksi teror dan faham radikalisme. Untuk itu, pihaknya menggandeng sejumlah tokoh terutama dari kalangan NU dan Muhammadiyah.

"Karena kami sudah dianggap thaghut (hukum selain hukum Islam). Apapun yang kami sampaikan tidak akan didengar. Maka, di sinilah peran tokoh agama, kiai, dan ustaz meredam potensi-potensi teror dan paham radikal," ujar Yudi usai doa bersama dan deklarasi bersama melawan terorisme, Senin, 14 Mei 2018, malam.

Terlibatnya tokoh agama dalam deklarasi dapat mencegah aksi teror secara masif. Sebab, tokoh agama dapat secara langsung berkomunikasi dengan masyarakat.

"Kami berharap para tokoh agama dapat menangkal ajaran radikal yang menjadi sumber aksi teror," kata Yudi.

Selain itu, Kapolres meminta para tokoh agama untuk turut mengawasi kegiatan-kegiatan yang terindikasi aksi teror. Dia juga meminta masyarakat turut mengawasi peredaran bahan-bahan yang dapat digunakan untuk merakit bom.

"Bahan peledak bom Surabaya kemarin salah satunya mudah didapat. Maka kami minta segera lapor ke kami jika ada kegiatan yang mencurigakan. Tetap tenang tapi waspada," tandas Yudi.

Ketua Pengurus Cabang NU Jepara Kiai Khayatun Nafis menuturkan, aksi terorisme tidak dibenarkan dalam agama. Tokoh agama perlu aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat. Konsep jihad yang dipakai teroris sudah salah kaprah.

"Perlu dikaji konsep jihad. Jihad bukan dengan membunuh orang, bukan membunuh diri sendiri. Islam mengajarkan kita untuk damai. Saling menghargai, tidak dengan kekerasan apalagi mengakibatkan kematian," tegas Khayatun.


(SUR)