First Travel Bantul Ganti Nama untuk Berangkatkan Jemaah

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 24 Aug 2017 19:09 WIB
ibadah umrahkemelut first travel
First Travel Bantul Ganti Nama untuk Berangkatkan Jemaah
Seorang warga Pedukuhan Samiran RT 03 Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, DIY menunjukkan spanduk di belakang rumah bekas kantor First Travel di wilayah itu. (Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Bantul: Kantor First Travel di Pedukuhan Samiran RT 03 Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta terlihat sepi pada Kamis, 24 Agustus 2017. Tak ada aktivitas di rumah milik pasangan suami istri, Nita Ariyati dan Takdir Ali Mukti itu.

Sugito Hadi, ayah Nita sekaligus mertua Takdir, mengatakan anak dan menantunya membuka biro perjalanan umrah itu sekitar tahun 2016. Ia mengaku tak tahu persis tanggal dan bulannya. Menurut dia, alasan membuka biro perjalanan untuk membantu warga sekitar beribadah ke Mekkah.

"Saya dan keluarga sebelumnya umrah bersama. Lalu kami kepikiran bagaimana kalau membuka biro perjalanan untuk ibadah ke Mekkah," kata Sugito kepada Metrotvnews.com. (Baca: Kantor First Travel di Bantul Tutup Sepekan Terakhir)

Selang beberapa waktu, Nita dan Takdir bekerja sama dengan First Travel membuka biro di Bantul. Menurut dia, anaknya tak terlalu memikirkan keuntungan dalam membuka jasa itu. Ia berujar tak mencari materi dan hanya niat membantu masyarakat berangkat ke Tanah Suci.

"Kita niatnya menolong orang lain untuk ibadah. Kalau mikir keuntungan, harus pulang-pergi ke Jakarta, ya, enggak sampai," kata dia.

First Travel di Bantul menawarkan harga sekitar Rp16,5 juta untuk ibadah umrah. Menurut Sugito, banyak warga sekitar Bantul yang mendaftar dan sudah diberangkatkan. Menurut dia, dari sekitar 400-an calon jemaah yang mendaftar, sudah sebagian besar diberangkatkan.

"Yang daftar tidak hanya orang sekitar Bantul, ada juga dari luar Jawa. Hanya sedikit, setahu saya, yang belum diberangkatkan," ucapnya.

Sugito dan keluarganya mengaku tak menduga First Travel bakal terbelit masalah. Akibat masalah itu, Nita dan suaminya harus berada di Jakarta untuk mengurusi permasalahan jemaah yang kadung mendaftar. Meski demikian, kata dia, agen milik putrinya tetap membuka pendaftaran apabila nanti anaknya sudah pulang dari Jakarta.

Sugito mengklaim, anaknya bakal bertanggung jawab dengan memberangkatkan jemaah umrah yang telanjur mendaftar. Caranya, dengan mengalihkan ke agen lain atau membuat agen baru.

"Secara garis besar anak saya sudah selesai. Mungkin akan mendirikan asosiasi baru dengan temen-temannya. Kasihan jemaah yang sudah mendaftar. Jika minta uang dikembalikan akan dibahas dengan First Travel," ujarnya.




(SAN)