Wali Kota Tegal Sebut Cantrang Ramah Lingkungan

Kuntoro Tayubi    •    Senin, 24 Jul 2017 11:57 WIB
cantrang
Wali Kota Tegal Sebut Cantrang Ramah Lingkungan
Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno melihat proses penangkapan ikan menggunakan alat Cantrang di perairan Tegal, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi)

Metrotvnews.com, Tegal: Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno menyatakan bahwa cantrang tidak merusak lingkungan. Dia berharap tidak ada larangan penggunaan alat tangkap cantrang bagi nelayan.

Baca: Kepala BIN Sebut Ada Kekuatan Kartel yang Ingin Gulingkan Susi

“Cantrang itu ramah lingkungan. Jadi saya harap pelarangan cantrang agar ditarik kembali,” ujar Sitha, sapaannya, saat menghadiri peresmian kantor BPJS Ketenagakerjaan, di jalan MT Haryono Kota Tegal, Senin, 24 Juli 2017.

Apalagi, ia telah melihat langsung praktik penggunaan alat penangkap ikan (API) cantrang bersama Lanal, Pol Airud, PNKT, dan Dinas Kelautan. Dia berkesimpulan, cantrang tidak merusak.

"Dalam waktu dekat kami akan berkirim surat kepada Pak Presiden, memohon agar pelarangan cantrang ditinjau ulang,” tambahnya.

Baca: Cantrang Diperbolehkan di Jateng hingga Akhir 2017
 
Terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Pertanian dan Pangan Kota Tegal, Noor Fauady mengaku, cantrang tidak tergolong trawl yang dilarang oleh Permen Kelautan dan Perikanan 42/2014.

“Kalau trawl itu ukuran mata jaringnya kurang dari 2 inci. Sedangkan ukuran mata jaring cantrang bisa mencapai 9 inci, meskipun sampai di kantung jaring ukurannya kian mengecil hingga kurang dari 2 inci. Jadi jelas berbeda,” tambahnya.
 
Trawl dioperasikan dengan menyeret di dasar perairan, sedangkan cantrang ditarik di kolom air. “Jadi, kalau dibilang merusak karang itu tidak benar” ujar Noor sembari menambahkan perikanan menopang ekonomi warga Tegal.

Sudah diperpanjang

Sejatinya, pelarangan cantrang belum berlaku di wilayah Jawa Tengah. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memperbolehkan kembali penggunaan cantrang di Jateng, sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

"Kita perpanjang cantrang sampai akhir 2017, terutama wilayah Jateng saja," kata Susi usai bertemu Presiden di Kompleks Istana, Jakarta Pusat, Rabu 3 Mei 2017.

Ini merupakan kelonggaran kedua kalinya untuk nelayan di Jateng. Larangan cantrang termaktub dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015. Namun, nelayan Jateng diberi kelonggaran.

Surat Edaran Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP bernomor 14319/PSDKP/IX/2015 tertanggal 30 September 2015, para nelayan diberi toleransi menggunakan alat tangkap cantrang hingga Desember 2016. Kelonggaran kembali diberikan usai Menteri Susi menghadap Presiden awal Mei 2017.


(SAN)