Presiden Jokowi Minta Warga Nahdliyin Jaga Pancasila

Mustholih    •    Sabtu, 22 Jul 2017 23:31 WIB
kerukunan beragama
Presiden Jokowi Minta Warga Nahdliyin Jaga Pancasila
Presiden Joko Widodo menyalami tamu undangan usai menyampaikan pidato dalam acara Halal Bihalal Kebangsaan NU di SMA Nasima, Semarang. (Foto: Antara/Aditya Pradana Putra).

Metrotvnews.com, Semarang: Presiden Joko Widodo meminta warga Nahdliyin di Jawa Tengah untuk menjaga keberagaman Indonesia. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak dunia, keberagaman di Indonesia harus dijaga untuk menciptakan kerukunan antarumat beragama.

"Saya ingin menyadarkan kepada kita semua, betapa negara ini negara yang besar dengan keberagaman yang harus kita jaga," kata Jokowi dalam acara Halal Bihalal Kebangsaan di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 22 Juli 2017.

Dari 250 juta penduduk Indonesia, mayoritasnya adalah muslim. Keberagaman sudah menjadi hal yang lumrah di Tanah Air, sebab di Indonesia memiliki 714 suku, 1100 bahasa lokal dan puluhan ribu kekayaan seni budaya.

Menurut Jokowi, keberagaman adalah anugerah yang harus terus dirawat. "Kesadaran seperti ini harus kita punya. Kemajemukan kita adalah anugerah kita," ungkap Jokowi.

Banyak pemimpin dunia yang bertanya pada Jokowi soal merawat perbedaan. Presiden Afganistan, Ashraf Ghani salah satunya. Presiden Ashraf Ghani, cerita Jokowi, kagum melihat Indonesia yang banyak memiliki perbedaan namun tak pernah ada konflik hingga menyebabkan perpecahan antarsuku dan kelompok.

"Dia bertanya bagaimana eksistensi negara Indonesia bisa berpuluh tahun eksis tanpa gejolak, tanpa ada masalah sampai saat ini. Beliau melihat kerukunan Indonesia dalam posisi yang baik, interaksi antarumat beragama juga baik. Saya sampaikan, kuncinya ada di Pancasila, inilah dasar negara dan ideologi bangsa kita yang harus kita jaga," tegas Jokowi.
 


(HUS)