Pedagang Khawatir Stok Garam Menipis

Pythag Kurniati    •    Selasa, 25 Jul 2017 16:28 WIB
garam
Pedagang Khawatir Stok Garam Menipis
Garam di toko garam pasar Legi Solo, Jawa Tengah, MTVN - Pyhtag Kurniati

Metrotvnews.com, Solo: Pedagang besar di Pasar Legi Solo, Jawa Tengah, mengaku stok garam menipis. Sehingga pedagang kesulitan memenuhi permintaan pasar.

Vincent, pedagang garam di Pasar Legi, mengaku persediaan garam di gudang menipis. 
Biasanya ia mendapat pasokan garam dari Madura, Jawa Timur dan Jepara, Jawa Tengah.

Tapi dalam beberapa waktu terakhir, pasokan garam yang datang pun tidak sebanyak biasanya. Kondisi itu terjadi setelah lebaran

Sedangkan permintaan di pasar tetap sama. Ia sedianya memasok garam ke industri-industri tekstil, rumah tangga dan pengecer. Tapi setelah lebaran, ia mengaku kewalahan memasok garam.

"Permintaannya tetap sama. Sedangkan stok enggak ada," kata Vincent di Pasar Legi Solo, Selasa 25 Juli 2017.

Sementara kenaikan harga garam terjadi dalam setahun belakangan. Biasanya ia menjual garam konsumsi seharga Rp10 ribu per pak. Namun saat ini, ia menjual dengan harga Rp22 ribu per pak.

Sedangkan harga untuk garam industri atau grosok naik dari Rp2 ribu menjadi Rp5 ribu per kg. "Bila dibandingkan harga lama naiknya bisa naik lima kali lipat,” papar dia.

Menurut Vincent, produksi garam menurun lantaran cuaca tak menentu. Cuaca hujan dan panas tak bisa diperkirakan. Pedagang lain, Wardoyo, mengakui hal serupa. Stok garam di tokonya tinggal sedikit.  Ia memperkirakan stok bakal habis dalam hitungan minggu.

KPPU Soroti Tata Niaga Garam
 
Menganggapi kelangkaan garam, Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf membenarkan anomali cuaca menjadi faktor turunnya produksi garam lokal.
 
Namun KPPU akan melakukan pemantauan pada rantai tata niaga garam. KPPU menduga ada kesengajaan dari pihak tertentu untuk mengurangi pasokan garam ke pasar.
 
“Kalau produksinya turun sekian harusnya naik sekian. Tapi yang kita lihat ini naiknya melebihi perkiraan,” jelas Syarkawi.


(RRN)