Tolak Perppu, FPI Pekalongan Siap Demo ke Jakarta

Kuntoro Tayubi    •    Jumat, 14 Jul 2017 19:47 WIB
perppu pembubaran ormas
Tolak Perppu, FPI Pekalongan Siap Demo ke Jakarta
Ketua DPW FPI Kota Pekalongan, Abu Ayyas, saat memberi keterangan pers. (Metrotvnews.com /Kuntoro Tayubi)

Metrotvnews.com, Pekalongan: Front Pembela Islam (FPI) Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menolak penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas. Sebagai wujud protes, FPI Kota Pekalongan akan berdemonstrasi ke Jakarta, bersama dengan Ormas Islam lain.

Ketua DPW FPI Kota Pekalongan, Abu Ayyas, menyampaikan dalam Perppu yang diterbitkan memang belum dijelaskan ormas mana yang akan dibubarkan. Namun, kalaupun salah satunya FPI, ia sangat menyayangkan. Menurutnya, FPI hanya sebagai wadah perjuangan umat Islam.

“Kalau dibubarkan, berarti pemerintah melarang pemeluk agama Islam di Indonesia untuk mengaplikasikan nilai-nilai agamanya. Dan itu bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 yang dijunjung tinggi oleh pemerintah” ujarnya saat ditemui di markas FPI Kota Pekalongan, Jalan Sumatera, Jumat, 14 Juli 2017.

Ayyas juga mengatakan, FPI Kota Pekalongan akan melakukan demonstrasi bersama dengan Ormas Islam lain di Jakarta, yang direncanakan akan digelar pada tanggal 19 Juli 2017 mendatang.

“Kami menolak dengan cara konstitusional. Makanya, kami akan turun melakukan demonstrasi ke Jakarta bersama Ormas Islam lain” tambahnya.

Selain itu, menurut Ayyas, jika Front Pembela Islam dibubarkan, maka perjuangan Islam untuk menegakkanAmar Ma’ruf Nahi Munkar tidak akan berhenti. FPI akan tetap berdiri, namun dengan nama yang berbeda.

“FPI akan tetap ada, namun bukan Front Pembela Islam. Melainkan dengan nama lain, misalnya Front Pecinta Islam. Jika dibubarkan lagi, maka akan diganti lagi, misalnya Front Penyelamat Islam, dan seterusnya,” tandasnya.

Ayyas menyebut, kabar yang saat ini tengah viral di media massa dan media sosial, terkait sejumlah Ormas Islam yang akan dibubarkan, dan salah satunya adalah FPI, hanyalah sebuah artikel yang ingin ‘numpang tenar’ dengan diterbitkannya Perppu.

“Itu hanya artikel yang numpang tenar saja dengan adanya penerbitan Perppu. Sehingga, kami himbau kepada masyarakat agar lebih bijak menanggapi kabar yang berkembang,” ujarnya.


(ALB)