Wali Kota Solo Minta Konsorsium KA Bandara tak Asal Gusur

Pythag Kurniati    •    Minggu, 16 Jul 2017 15:28 WIB
pt kai
Wali Kota Solo Minta Konsorsium KA Bandara tak Asal Gusur
Presiden Jokowi (tengah) didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno (kiri) dan Menhub Budi Karya Sumadi (kanan) meletakkan batu pertama proyek KA Bandara Solo. (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Solo: Presiden Joko Widodo menargetkan kereta api penghubung Stasiun Solo Balapan dan Bandara Adi Soemarmo beroperasi pada 2018. Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo minta pembebasan lahan tidak asal gusur.

Proyek ini melibatkan tiga BUMN, yakni PT. Kereta Api Indonesia (Persero), PT. Pembangunan Perumahan (Persero) dan PT. Angkasa Pura I (Persero). Tiga perusahaan itu membentuk konsorsium.

Wali Kota Solo berharap pembebasan lahan rampung pada 2017. Meski begitu, pemilik sapaan Rudy itu meminta konsorsium menerapkan pola relokasi tepat kepada warga yang terdampak. “Sehingga saat pembebasan lahan nanti tidak ada asal gusur,” jelas Rudy, di Solo, Jawa Tengah, Minggu, 16 Juli 2017.
 
Ia meminta pemerintah pusat dan konsorsium menyediakan tempat bagi warga Solo yang bakal terdampak proyek kereta bandara. Namun hingga saat ini Rudy belum dapat merinci berapa banyak jumlah warga yang diperkirakan harus dipindahkan lantaran pembangunan fasilitas intermoda itu.
 
Mengacu data Kementerian Perhubungan, kereta api bandara itu akan membentang sepanjang 13,5 kilometer. Pembangunan membutuhkan 40 hektare lahan.

Peletakan batu pertama proyek ini dilakukan Presiden Jokowi pada 8 April 2017. Kala itu, Menhub Budi Karya Sumadi yang ikut hadir, mengemukakan, mayoritas lahan yang akan dilewati jalur kereta api bandara dimiliki Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
 
Dari 13,5 kilometer, 3,5 kilometer merupakan milik PT. KAI. Sedangkan 10 kilometer sisanya melewati jalan tol, lahan milik PT. KAI, Angkasa Pura I dan masyarakat.
 
“Lahan yang merupakan milik masyarakat dan harus dibebaskan adalah kurang dari tujuh hektar. Atau 20 persen dari total seluruh lahan yang dibutuhkan proyek kereta api bandara,” ungkapnya.


(SAN)