Staf Diksar Mapala UII Divonis Bersalah

Pythag Kurniati    •    Kamis, 28 Sep 2017 21:02 WIB
Staf Diksar Mapala UII Divonis Bersalah
Angga dan Wahyudi dijatuhi vonis oleh majelis hakim. Keduanya terbukti bersalah melakukan kekerasan hingga mengakibatkan kematian. Foto: MTVN/Pythag Kurniati

Metrotvnews.com, Karanganyar: Dua staf operasional regu pendidikan dasar The Great Camping (TGC) XXXVII Mapala Unisi Universitas Islam Indonesia (UII) divonis bersalah. Wahyudi alias Kresek, 23 dan Angga Septiawan, 28, masing-masing divonis penjara 5 tahun 6 bulan dan 6 tahun.

"Menyatakan terdakwa satu, Wahyudi serta terdakwa dua Angga Septiawan telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana bersama-sama melakukan penganiayaan dan penganiayaan yang mengakibatkan kematian," tutur Ketua Majelis Hakim Mujiono, Kamis 28 September 2017.

Hakim menemukan keterkaitan keduanya dengan penganiayaan yang menyebabkan tiga mahsiswa UII tewas usai mengikuti diksar TGC XXXVII Mapala Unisi UII di Tlogodringo, Gondosuli, Tawangmangu, Karanganyar, pada Januari 2017. Tiga mahasiswa itu adalah Muhammad Fadhli, Syait Asyam dan Ilham Nur Padmy Listiadin.

Mereka terbukti melanggar Pasal 351 ayat 1 dan ayat 3 juncto Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP. Selain Wahyudi dan Angga, polisi juga menangkap enam orang staf operasional regu lain dalam kasus tersebut. Enam orang tersebut yakni DK, NAI, HS, TN, RF dan TAR.

Keenam orang itu telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Karanganyar. Mereka akan menjalani sidang dengan agenda pembacaan dakwaan pada pekan depan.



Sidang pembacaan vonis berlangsung selama enam jam. Dimulai sejak pukul 12.00 WIB dan berakhir pada pukul 18.00 WIB. Sidang tersebut dihadiri oleh kerabat serta teman-teman terdakwa.

Majelis hakim mempersilakan Angga dan Wahyudi bersama penasihat hukum, maupun Jaksa Penuntut, menentukan sikap banding atau menerima keputusan. "Kami berikan waktu selama tujuh hari," tutur Mujiono.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim terhadap keduanya lebih ringan dari tuntutan. Jaksa menuntut hukuman delapan tahun penjara terhadap mereka.

Dalam vonis yang dijatuhkan pada Wahyudi dan Angga, terdapat perbedaan waktu vonis enam bulan. Keputusan majelis hakim tersebut menurut Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Karanganyar Toni Wibisono adalah hal yang sah dan telah melalui pertimbangan.

"Majelis hakim mungkin melihat perannya (Angga dan Wahyudi) berbeda. Itu sah saja," jelas Toni.


 
(SUR)