12.721 Penduduk Kulon Progo Terdampak Kekeringan

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 17 Aug 2017 15:19 WIB
kemarau dan kekeringan
12.721 Penduduk Kulon Progo Terdampak Kekeringan
Foto ilustrasi. (Metrotvnews.com/M Rizal)

Metrotvnews.com, Kulon Progo: Sepuluh kecamatan di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami kekeringan di musim kemarau 2017. Kecamatan-kecamatan itu yakni Galur, Girimulyo, Kalibawang, Kokap, Lendah, Nanggulan, Panjatan, Pengasih, Samigaluh, dan Sentolo. 

"Di 10 kecamatan itu ada 32 desa yang kekeringan. Ada 12.721 jiwa di dalam 7.621 KK yang terdampak kekeringan di musim kemarau ini," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo, Gusdi Hartono pada Kamis, 17 Agustus 2017. 

Kekeringan ini terbilang meluas. Meskipun, dua kecamatan, yakni Wates dan Temon, masih belum ada laporan. 

Dalam menangani kekeringan itu, BPBD Kulon Progo memperoleh bantuan air bersih dari Dinas Sosial DIY sebanyak 350 tangki air bersih dari total 1.000 tangki yang disalurkan ke kabupaten lain. "Pemberian bantuan akan berakhir pada 20 Agustus," ungkapnya. 

BPBD Kulon Progo menaksir kemarau masih akan berlangsung hingga September 2017. Gusdi menambahkan, instansinya kemungkinan menetapkan status darurat bencana kekeringan agar bisa menangani masalah kekurangan air bersih itu.

Menurut dia, BPBD tak bisa berbuat banyak selagi belum ada penetapan status darurat kekeringan. "Wacananya kami akan mengeluarkan status darurat kekeringan," kata dia. 

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kulon Progo, Hepi Eko Nugroho mengatakan telah meminta pemerintah tingkat kecamatan hingga desa agar memberikan laporan jika ada warga kekurangan air bersih. Tak cukup itu, perbaikan data titik-titik kekeringan perlu dilakukan agar bantuan cepat terkirim ke lokasi. 

"Kami juga sudah membuka kesempatan pihak lain jika ingin memberikan bantuan air bersih, tentu dengan koordinasi sama BPBD. Kami siap terlibat menyalurkan bantuan air bersih jika diminta," ungkapnya. 


(SAN)