Lalu Lintas Naik 6 Persen per Tahun, KAI Kejar Pengembangan Pelayanan

Annisa ayu artanti    •    Senin, 28 Nov 2016 04:48 WIB
kereta api
Lalu Lintas Naik 6 Persen per Tahun, KAI Kejar Pengembangan Pelayanan
Sejumlah calon penumpang mengangtre memasuki kereta api, di Stasiun Senen, Jakarta. Galih Pradipta/MI.

Metrotvnews.com, Semarang: PT Kereta Api Indonesia menyebut lalu lintas perjalanan kereta api (KA) mengalami peningkatan minimal enam persen tiap tahunnya. Untuk peningkatan pelayanan diperlukan pengembangan. 

"Arus melalui KA meningkatnya drastis. Minimal enam persen per tahun pasti naik untuk KA jarak jauh," kata Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro di sela konser "Ngamen Antikorupsi" di Stasiun Tawang, Semarang, dikutip dari Antara, Senin (28/11/2016).

Edi menjelaskan kenaikan arus lalu lintas KA untuk jarak dekat juga terjadi peningkatan, seperti di Jakarta yang dua tahun lalu masih mengangkut sekitar 500 ribu penumpang setiap hari saat ini mencapai 850 ribu penumpang per hari. Sehingga dibutuhkan upaya pengembangan untuk peningkatan layanan.

Menurut dia, upaya pengembangan pelayanan KA tentu tidak bisa dilepaskan dari pengoptimalan aset. Termasuk aset-aset milik KAI yang selama ini masih dikuasai oleh pihak-pihak lain.

Edi menuturkan kemajuan suatu negara, salah satunya bisa terlihat dari aktivitas masyarakat golongan menengah ke bawah yang bertransportasi menggunakan layanan angkutan KA. 

Dalam acara yang sama, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengakui pengembalian aset-aset KAI sangat dibutuhkan seiring dengan pengembangan infrastruktur perkeretaapian untuk melayani masyarakat. "Jadi, KPK datang tidak hanya nyanyi, kami kirim juga tim ke Belanda untuk mempelajari aset-aset KA ini ada di mana saja," ungkap Saut.

Dari hasil pengkajian tim, kata dia, aset-aset KAI yang selama ini dalam penguasaan pihak lain diupayakan dikembalikan untuk dimanfaatkan dan dikembangkan untuk pelayanan publik.

Pemerintah, kata dia, akan membangun peradaban lewat KA, sebab bangsa yang besar pasti mengutamakan perkeretaapian sebagai sarana transportasi publik, seperti Jepang dan Perancis.


(REN)