Anggaran Bantuan Air Pemkab Gunungkidul Menipis

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 04 Oct 2018 16:08 WIB
kemarau
Anggaran Bantuan Air Pemkab Gunungkidul Menipis
Sejumlah warga mengambil air yang sudah keruh dan tinggal sedikit untuk kehidupan sehari - hari di sebuah telaga Sumur Wuni, Panggang, Gunungkidul, Yogyakarta, Rabu (25/7). FOTO ANTARA/Regina Safria.

Gunungkidul: Anggaran program bantuan air dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta hampir habis. Keuangan disebut hanya cukup sampai bulan Oktober 2018.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, sisa anggaran bantuan air di musim kemarau ini tinggal Rp100 juta. Sebelumnya, BPBD Gunungkidul menganggarkan Rp638 juta selama musim kemarau 2018.

"Hingga sekarang belum ada tanda mulai musim hujan. Sisa anggaran kemungkinan hanya cukup sampai akhir bulan (Oktober 2018)," kata Edy saat dihubungi Medcom.id, Kamis, 4 Oktober 2018. 

Edy mengatakan, pihaknya akan mengajukan tambahan anggaran tak terduga untuk mengirim bantuan air musim kemarau 2018. Ia mengatakan penggunaan APBD Perubahan Gunungkidul tahun ini tak memungkinkan.

Untuk itu, Edy akan lebih dulu menggelar rapat koordinasi dengan pemerintah tingkat kecamatan terdampak kekeringan. "Minggu depan saya lakukan koordinasi. Masih ada 55 desa dengan 117 ribu jiwa terdampak kekeringan tahun ini," jelas Edy. 

Sementara itu Bupati Gunungkidul Badingah mengatakan, pihaknya terus berupaya mencari sumber air baru di dekat lokasi terdampak kekeringan.

Ia mencontohkan salah satu sumber air di dalam gua yang ditemukan di Dusun Blado, Desa Giritirto, Kecamatan Purwosari. 

Badingah menjelaskan, penemuan sumber air baru akan ditindaklanjuti agar bisa terdistribusikan hingga rumah warga. Meskipun, ia mengakui perlu upaya besar agar mengangkat air dari dalam gua. 


(DEN)