Di Gunungkidul, Warga Jual Ternak untuk Beli Air

Ahmad Mustaqim    •    Jumat, 10 Aug 2018 15:50 WIB
kemarau dan kekeringan
Di Gunungkidul, Warga Jual Ternak untuk Beli Air
Wastinah menunjukkan sisa kambingnya yang belum terjual, Medcom.id - Mustaqim

Gunungkidul: Warga di Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, melakukan beragam cara untuk mendapatkan air. Satu di antaranya menjual ternak.

Satu di antaranya Wastinah, 42, warga Dusun Gebang, Desa Ngloro. Ia mengaku sulit mendapatkan air bersih sejak Mei lalu. Padahal ia memerlukan air untuk mencuci pakaian, makan, dan minum.

"Untuk beli air, saya menjual empat kambing. Sejak puasa, dikira-kira hasil jualan kambing Rp4 juta," kata Wastinah di Dusun Gebang, Jumat, 10 Agustus 2018.

Kemudian ia menggunakan uang hasil penjualan kambing untuk membeli air. Satu tangki air bernilai Rp135 ribu. Ia lalu menampung air bersih di sebuah bak besar di belajang rumahnya.

"Mahal juga beli air terus. Jadi petani dan buruh tani di sini juga tak bisa diandalkan (pendapatannya). Lahan kering, tidak ada air ya tidak bisa digarap. Mau bagaimana lagi," ungkap Wastinah.

Sementara bantuan air bersih dari pemerintah tak mencukupi kebutuhan. Ketika bantuan datang, airnya ditampung di penampungan milik masjid setempat. Wastinah hanya dapat membawa beberapa ember air karena berbagi dengan warga lain.

Di lokasi tak jauh dari tempat Wastinah, Dusun Pringsurat, Desa Ngloro, juga hampir serupa. Bahkan harga beli air bersih berkisar Rp140 ribu hingga Rp150 ribu. 

"Saya juga jual empat kambing buat beli air. Air PAM (PDAM) sudah tidak bisa mengalir kalau musim kemarau seperti ini," ujar warga Dusun Pringsurat, Kasih, 35. 

Ia berencana juga menjual cincin andai situasinya terus mengalami kesulitan air bersih. Ia menyatakan sudah tak ada lagi ya bisa diharapkan kecuali hanya membeli air. 

"Itu juga kudu antre, tidak bisa langsung dapat," ungkapnya. 

Kepala Dukuh Pringsurat, Suparno mengutarakan sudah sekitar empat bulan warganya kesulitan air bersih. Total, ada sebanyak 405 jiwa yang ada di 45 kepala keluarga (KK) di Dusun Pringsurat. 

"Di sini di daerah agak tinggi, PDAM gak bisa mengaliri semua. Harapnya ada bantuan (air bersih) lebih dari pemerintah," ujarnya. 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki mengaku, tidak mendapat permintaan pengiriman air bersih ke wilayah yang warganya banyak menjual ternak. "Mungkin pemerintah kecamatan bisa lebih maksimal menyalurkan bantuan ke desa," tuturnya. 


(RRN)