2.024 Desa di Jateng Rawan Longsor

   •    Selasa, 27 Sep 2016 13:06 WIB
longsor
2.024 Desa di Jateng Rawan Longsor
Foto ilustrasi. (Ant/Andreas Fitri Atmoko)

Metrotvnews.com, Semarang: Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jawa Tengah menyatakan 28 dari 35 kabupaten kota di Jateng masuk kategori rawan longsor. Sehingga, perlu mendapat perhatian semua pihak guna antisipasi.

"Perinciannya adalah 2.024 desa dari 280 kecamatan di 28 kabupaten kota itu memiliki titik-titik potensi rawan longsor yang harus diwaspadai," kata Kepala Dinas ESDM Jateng Teguh Dwi Paryono, dikutip Antara, di Semarang, Selasa (27/9/2016).

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya telah melakukan sejumlah tahapan tanggap bencana. Seperti memberikan mitigasi menggunakan analisis sistem informasi geografis berupa grafis peta potensi kebencanaan, pemasangan alat deteksi dini, dan sosialisasi menggunakan berbagai teknologi informasi.

"Masyarakat juga kami minta mewaspadai jika curah hujan tinggi atau hujan selama 3 jam berturut-turut tanpa henti atau saat mereka melihat aliran keruh di sungai dan jika tiba-tiba muncul mata air, harus diwaspadai dengan siaga tanggap darurat," ujarnya.

Kepala Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jateng Tuban Wiyoso menambahkan, musim hujan tahun ini datang lebih cepat karena pengaruh fenomena La Nina.

Masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan, terutama saat peralihan dari kemarau basah ke hujan berintensitas tinggi.

"Masyarakat harus mengenali tanda-tanda alam di wilayahnya sendiri. Misalnya, siang panas sore mendung dan langit tertutup awan gelap diikuti petir dan angin, itu ciri-ciri hujan lebat sehingga perlu mewaspadai longsor dan banjir," katanya.


(SAN)