Romahurmuziy Sebut Kasus Novanto Seperti Dramaturgi yang Dramatis

Ahmad Mustaqim    •    Sabtu, 18 Nov 2017 15:34 WIB
korupsi e-ktpsetya novanto
Romahurmuziy Sebut Kasus Novanto Seperti Dramaturgi yang Dramatis
Ketua Umum DPP PPP Muchammad Romahurmuziy -- MTVN/Ahmad Mustaqim

Yogyakarta: Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muchammad Romahurmuziy menyampaikan keprihatinannya kepada koleganya sesama politikus di DPR, Setya Novanto. Ia berharap Novanto bisa menjalani proses hukum dengan tabah dan sabar.

"Mari menghargai ikhtiar KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) bisa melakukan proses hukum dengan profesional dan proporsional," kata pria yang akrab disapa Romi itu di Pagelaran Keraton Yogyakarta, Jumat malam, 17 November 2017.

(Baca: Mencari Teladan di Negara Hukum)

Romi mengandaikan kasus yang menjerat Setnov seperti dramaturgi yang dramatis. Tak lama setelah hendak dijemput paksa oleh KPK, Novanto justru mengalami kecelakaan dan dirawat di rumah sakit.

"Masyarakat disuguhkan pertunjukan proses hukum yang betul-betul menjunjung tinggi hukum acara," kata anggota DPR dari fraksi PPP ini.

Meski berstatus tersangka dan sebagai tahanan KPK, Novanto masih menjabat sebagai ketua DPR. Menurut Romi, UU MD3 (MPR, DPR, DPD, dan DPRD) masih membolehkan seorang berstatus tersangka menjabat sebagai ketua DPR.

(Baca: Peran Novanto di Golkar Diambil Alih Sekjen)

Nanti ketika Novanto menjadi terdakwa, kata Romi, yang bersangkutan harus diberhentikan secara sementara. Pengisian jabatan ketua DPR bakal tergantung pada Partai Golkar sebagai pengusung.

"Golkar sebagai partai induk memilki hak prerogatif, Pak Setnov akan dipertahankan atau tidak. Semua bergantung pada Partai Golkar," pungkasnya.

 


(NIN)