Wanita asal Bekasi Dicokok Polisi karena 'Berdagang Manusia'

Kuntoro Tayubi    •    Kamis, 02 Nov 2017 17:48 WIB
perdagangan manusia
Wanita asal Bekasi Dicokok Polisi karena 'Berdagang Manusia'
Petugas meminta keterangan tersangka kasus trafficking di Mapolres Pekalongan, Jawa Tengah. Foto: MTVN/Kuntoro Tayubi

Metrotvnews.com, Pekalongan: Kepolisian Resort Pekalongan, Jawa Tengah, meringkus Siti Haliyah alias Tante Lia, 50, warga asal Bekasi. Dia terjerat kasus trafficking atau perdagangan manusia, karena memperkerjakan gadis di bawah umur sebagai pekerja seks komersial (PSK) di Batam, Kepulauan Riau.

KBO Reskrim Polres Pekalongan Iptu Bambang Tunggono mengatakan, di Kabupaten Pekalongan, sudah ada 4 hingga 5 orang korban yang melapor ke Polres Pekalongan. Usia korban rata-rata 16 tahun dengan tingkat pendidikan SMP.

"Peran pelaku ini merekrut dan mengeksploitasi korbannya yang masih dibawah umur, dengan cara memalsukan identitas," terang Bambang, Kamis 3 November 2017.

Kata Bambang, modus dari pelaku adalah memperkerjakan korbannya ke Jakarta. Namun, justru malah korban dibawa ke Batam untuk dijadikan PSK. Pelaku sendiri mencari calon korban dengan bantuan orang lokal, merekrut kemudian dipekerjakan, dengan masa kontrak 7 bulan.

"Menurut keterangan pelaku, dia memperoleh imbalan sebesar Rp500 per orang. Sedangkan dia sudah dua tahun terakhir ini memperkerjakan anak dibawah umur untuk dijadikan PSK," papar Bambang.

Hingga saat ini petuhas masih terus melakukan penyelidikan atas kasus trafficking tersebut. Penyidik Satreskrim Polres Pekalongan juga telah menelusuri kasus itu hingga ke Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

"Pelaku kami jerat dengan pasal 2 ayat (1) Undang Undang nomor 21 tahun 2007, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," pungkasnya.

 


(SUR)