Ratusan Sopir Angkot Kota Pekalongan Demo Tolak Ojek Online

Kuntoro Tayubi    •    Senin, 02 Oct 2017 18:10 WIB
ojek online
Ratusan Sopir Angkot Kota Pekalongan Demo Tolak Ojek Online
Ratusan warga berunjuk rasa terkait ojek online di Pekalongan, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com /Kuntoro Tayubi)

Metrotvnews.com, Pekalongan: Ratusan sopir angkot, tukang becak dan ojek konvensional demonstrasi di Balaikota, Kota Pekalongan Senin, 2 Oktober 2017. Mereka menolak keberadaan ojek online di Pekalongan. 

Wakapolres Pekalongan, Komisaris Polisi Kristanto Budi Nur Setya mengatakan, pihaknya mengerahkan sebanyak 150 personelnya untuk bersiaga, terutama di obyek vital yang ada di Kota Pekalongan.

"Personel kami sebar terutama di obyek-obyek vital, seperti di stasiun, terminal, jalan-jalan di jalur utama, dan balaikota," kata Kristanto, Selasa, 2 Oktober 2017.

Petugas juga disiagakan di kantor ojek online yang berada di Jalan Angkatan 45, Kota Pekalongan. Pengerahan pasukan untuk mengantisipasi hal yang tak dinginkan. 

"Kami tempatkan 2 pleton atau 50 personel untuk menjaga kantor ojek online. Karena rencananya, kantor akan disegel oleh Pemkot," tambahnya.

Ketua Organda Kota Pekalongan Maryoto mengaku, aksi unjuk rasa dilakukan guna menuntut pemerintah kota setempat agar menghapus ojek online di Kota Pekalongan, karena dinilai sangat merugikan transportasi konvensional.

"Kami menuntut keadilan kepada pemerintah, agar ojek online dihapus saja, karena sangat merugikan kami. Pendapatan kami jauh menurun, dibanding sebelum ada ojek online," ujarnya.

Maryoto menuturkan, sebelum ada ojek online, pendapatan angkutan umum bisa mencapai Rp100 ribu per hari. Namun, saat ini hanya sekitar Rp20 ribu per hari.

Sementara itu, Pemkot Pekalongan memutuskan ojek online yang berada di Jalan Angkatan 45 No 26, Kelurahan Kraton Kidul, Pekalongan Barat, ditutup operasionalnya. Penutupan dilakukan karena kantor ojek online di Kota Pekalongan memang belum ada izinnya. 

"Setelah kita rapatkan dan petunjuk dari Bapak Plt Wali Kota HM Saelany Machfudz, maka kita memutuskan menutup kantor ojek online itu," kata Sekretaris Daerah Kota Pekalongan Sri Ruminingsih usai menerima perwakilan demonstran.



(ALB)