Baru 70 Warga Terdampak Pembangunan Bandara Kulon Progo Direlokasi

Ahmad Mustaqim    •    Minggu, 22 Oct 2017 12:46 WIB
bandara
Baru 70 Warga Terdampak Pembangunan Bandara Kulon Progo Direlokasi
Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo, MTVN - Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Kulon Progo: Warga terdampak proyek pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, belum sepenuhnya direlokasi. Hingga kini, diperkirakan baru 70 persen dari 9.500 warga terdampak yang sudah direlokasi. 

"Kira-kira total baru 70 persen warga terdampak yang sudah direlokasi. Sebagian ada yang karena pindahnya lebih duluan," ujar Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo di Kulon Progo pada Minggu 22 Oktober 2017. 

Warga yang belum direlokasi masih tersebar di berbagai desa terdampak. Di antaranya Desa Palihan, Sindutan, Jangkaran, Kebonrejo, dan Glagah. Pada Sabtu, 21 Oktober 2017, sebanyak 102 KK dari Dusun Kepek dan Bapangan, Desa Glagah direlokasi ke rumah yang telah disiapkan. 

Tempat relokasi tersebut berada di tanah kas Desa Glagah. Mereka secara suka rela melakukan bedol dusun bersama-sama dengan membawa peralatan rumah tangga. Meskipun, area tempat relokasi belum sempurna karena masih terdapat genangan air saat musim hujan serta fasilitas umum belum lengkap. 

Hasto menarget relokasi bisa terselesaikan pada akhir November 2017. Menurutnya, target tersebut sudah dibahas bersama dengan PT Angkasa Pura I. 

Hasto Wardoyo mengatakan masih ada warga yang menolak relokasi. Ia mempresentasikan warga yang masih menolak sekitar empat persen. "Tapi saya dengar (warga yang menolak) hanya butuh pendekatan tambahan. Saya akan coba melakukan pendekatan. Tidak ada kata lain selain pendekatan," klaim Hasto. 

Manajer Proyek Pembangunan NYIA PT Angkasa Pura I, R. Sujiastono mengatakan pengerjaan proyek bandara masih proses perataan tanah atau land clearing. "(Land clearing) lapangan selesai. Kurang jalan masuk dan terminal," ungkapnya. 

Menurut Sujiastono, warga yang masih menolak akan menjalani konsinyasi di pengadilan. Menurut dia, konsinyasi ditarget selesai akhir Oktober atau awal November 2017. 



(RRN)