Edi Tipu Rumah Makan dengan Manfaatkan Momen Pernikahan Putri Presiden

Pythag Kurniati    •    Senin, 23 Oct 2017 11:43 WIB
penipuan
Edi Tipu Rumah Makan dengan Manfaatkan Momen Pernikahan Putri Presiden
Kapolres Surakarta merilis penangkapan penipuan yang memanfaatkan momen pernikahan putri Presiden Jokowi, Senin 23 Oktober 2017, MTVN - Pythag Kurniati

Metrotvnews.com, Solo: Polisi menangkap warga Pati, Jawa Tengah, yang mengaku sebagai pasukan pengamanan presiden. Pelaku memanfaatkan pernikahan putri Presiden RI Joko Widodo untuk menipu pemilik makan.

Kapolresta Surakarta AKBP Ribut Hari Wibowo mengatakan pelaku bernama Edi Prasojo, 39, asal Mrican, Pati. Edi berprofesi sebagai wiraswasta.

"Yang bersangkutan berpura-pura menjadi Paspampres dengan nama Letkol Budi," kata Ribut di Mapolres Surakarta, Senin 23 Oktober 2017.

Pelaku mendatangi empat rumah makan di Solo dan Sragen. Ia mengenakan baju batik dan topi bertuliskan Paspamres. 

Pelaku mengumpulkan pemilik rumah makan di sebuah hotel di Solo. Mereka meminta pemilik rumah makan membawa sampel sajian dan telepon genggam.

“Pelaku ini menyampaikan kalau menu-menu makanan milik mereka cocok untuk kegiatan pernikahan putri Presiden,” lanjut Ribut.

Kemudian pelaku mengambil sampel makan dan mengatakan akan mengujinya di laboratorium. Pelaku juga meminta telepon genggam pemilik rumah makan.

“Dengan alasan untuk dipasang GPS supaya bisa dipantau setiap harinya,” jelas Ribut. 

Setelah itu, pelaku kabur.

Polres Surakarta mendapat laporan dari seorang pemilik rumah makan yang menjadi korban. Polisi mengumpulkan barang bukti, termasuk rekaman CCTV di hotel tersebut.

Perburuan pun dimulai. Pelaku diketahui berada di Bekasi. 

“Kemudian setelah dilacak, pelaku akhirnya berhasil dibekuk di sebuah penginapan di Jakarta Pusat,” terang Ribut. 

Pelaku dibekuk pada 19 Oktober 2017. Polisi menyita barang bukti seperti dua KTP, uang tunai Rp3,6 juta, dua telepon genggam, topi bertuliskan Paspampres, dan beberapa potong baju batik.

Pelaku beserta barang bukti dibawa ke Polresta Surakarta guna proses hukum selanjutnya. Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 378 dan atau 372 KUHP mengenai penipuan dan penggelapan.

“Ancaman hukuman empat tahun penjara,” pungkas Kapolres. 


(RRN)