Warga Alih Fungsikan Sisi Selatan Waduk Gajah Mungkur

Pythag Kurniati    •    Jumat, 15 Sep 2017 12:58 WIB
kemarau dan kekeringan
Warga Alih Fungsikan Sisi Selatan Waduk Gajah Mungkur
Bagian waduk yang mengering hingga membentuk rekahan di Glesungrejo, Baturetno, Wonogiri, Jawa Tengah -- MTVN/Pythag Kurniati

Metrotvnews.com, Solo: Warga Kecamatan Baturetno, Wonogiri, Jawa Tengah, mengalihfungsikan Waduk Gajah Mungkur yang mengering saat kemarau. Sisi selatan waduk yang berada di Desa Glesungrejo, Kecamatan Baturetno, dimanfaatkan untuk bertani dan sebagai jalan alternatif.

"Biasanya, kalau musim penghujan, kami harus menggunakan perahu di tempat ini," kata Tumino, petani asal Eromoko, Jumat 15 September 2017.

Namun lantaran kemarau, air waduk menyusut. Malah ada beberapa bagian tanah yang benar-benar kering hingga berbentuk rekahan. Kondisi ini, lanjut Tumino, terjadi sejak Agustus 2017.

Membuat Sumur
Parmin, 45, petani lainnya, menunjukkan tanaman padinya di sisi selatan waduk yang mengering. "Sudah berusia dua bulan," katanya.

Selama kemarau, Parmin mengairi sawahnya dengan air sumur yang dibuat secara manual (sumur pantek). "Biayanya (membuat sumur) bisa sampai Rp2 juta. Kami kadang-kadang patungan dengan petani lainnya," jelasnya.

Umumnya, satu sumur bisa mengaliri 1 hektare lahan dalam waktu tiga hingga empat hari. Selain digunakan warga untuk bercocok tanam, bagian waduk yang mengering juga dijadikan jalan alternatif.

"Biasanya kalau airnya penuh, warga harus memutar. Namun karena kering banyak kendaraan roda dua yang memotong jalur di sini," papar dia.


(NIN)