Serapan DAK Tegal tak Maksimal

Kuntoro Tayubi    •    Sabtu, 15 Jul 2017 11:33 WIB
apbd
Serapan DAK Tegal tak Maksimal
Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Widodo Joko Mulyono -- MTVN/Kuntoro Tayubi

Metrotvnews.com, Tegal: Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah Kabupaten Tegal hingga kini belum digunakan maksimal. Padahal, DAK sebesar Rp182 miliar itu sudah dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2016 sebesar Rp473 miliar.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Widodo Joko Mulyono menjelaskan, sisa kurang anggaran yang tidak terealisasi sebesar Rp182 miliar atau 38,60 persen itu terdiri dari sisa DAK fisik sebesar Rp35,5 miliar dan DAK non-fisik Rp147 miliar. DAK non-fisik yang tidak terealisasi merupakan dana Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan tambahan penghasilan guru yang tidak terealisasi 100 persen di Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).

"Hal ini dikarenakan ada potongan atas pagu anggaran TPG, akibat sisa atau saldo realisasi penyaluran tahun sebelumnya masih mencukupi," kata Widodo di Tegal, Jawa Tengah, Sabtu 15 Juli 2017.

Widodo juga menjelaskan realisasi dana bantuan Pemprov Jateng sebesar Rp20,3 miliar. Angka itu kurang dari target yang ditetapkan sebesar Rp26,9 miliar, atau terjadi angka selisih kurang yang tidak terserap sebesar 24,36 persen.

Sisa anggaran yang tidak terserap sebesar Rp6,56 miliar terdiri dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Dinas Pekerjaan Umum (DPU) sebesar Rp6,5 miliar dan SKPD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebesar Rp60 juta.

"Anggaran DPU yang tidak terserap pada kegiatan pembangunan jaringan irigasi Sokasari (lanjutan) sebesar Rp4 miliar serta rehab gedung dan jaringan irigasi di Rajabawah sebesar Rp2,5 miliar," katanya.

Menurut Widodo, tidak terserapnya anggaran di DPU karena SKPD tidak menerima Rencana Kerja Operasional (RKO) kegiatan yang sudah diverifikasi Tim Pemprov Jateng hingga akhir tahun anggaran.

Sedangkan, kegiatan SKPD Dinas Dikbud yang tidak terealisasi pada kegiatan bantuan rehab ruang kelas rusak sedang SDN Ketilang 2 sebesar Rp40 juta, dan bantuan pengadaan mebeler pengganti SDN Kedungbanteng 3 sebesar Rp20 juta.

"Alasan tidak dicairkan karena regrouping sekolah dan status kepemilikan aset yang tidak jelas," pungkasnya.


(NIN)