Hanya 3 SMK dan 1 SMA di Jepara Terapkan Sekolah 5 Hari

Rhobi Shani    •    Minggu, 18 Jun 2017 15:24 WIB
pendidikan
Hanya 3 SMK dan 1 SMA di Jepara Terapkan Sekolah 5 Hari
Ilustrasi. Foto: MTVN/Ilham Wibowo

Metrotvnews.com, Jepara: Sejak pengelolaan SMA dan SMK diambil alih pemerintah provinsi, sejumlah SMA dan SMK di Kabupaten Jepara mengikuti himbauan gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Yaitu sekolah lima hari.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Jepara Subandi menyampaikan, sejak diambil alih provinsi mulai Januari 2017, baru tiga SMK yang mengikuti iimbuan gubernur. Yaitu SMK Negeri 1 Jepara, SMK Negeri 2 Jepara, dan SMK Negeri 3 Jepara.

“Sejak diambil alih provinsi, kami langsung mengikuti imbauan Pak Gubernur,” ujar Subandi yang juga menjabat Kepala SMK Negeri 2 Jepara, Minggu 18 Juni 2017.

Subandi bilang, pengalihan dari enam hari ke lima hari sekolah tak terlalu banyak mengubah sistem belajar di sekolah. Durasi tiap satu jam pelajaran masih sama. Istirahat sekolah juga masih sama, yaitu dua kali.

“Hanya, kalau enam hari sekolah setiap harinya ada delapan jam pelajaran, sekarang menjadi sepuluh jam pelajaran. Semuanya masih sama,” kata Subandi.

Meski lima hari sekolah, Subandi melanjutkan, kegiatan ekstrakurikuler pun tidak terganggu. Setiap siswa mengikuti satu ektrakurikuler wajib, yaitu Pramuka dan satu ekstrakurikuler pilihan. Ekstrakurikuler dilaksanakan tiap Jumat usai pulang sekolah.

“Tapi durasi pertemuan yang berkurang. Dari biasanya 1,5 Jam menjadi 1 jam,” ungkap Subandi.

Ketika ujian tengah semester atau akhir semester, diterangkan Subandi, jadwal ujian dibuat berdasarkan kesepakatan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP). Sehingga, pelaksanaan ujian tetap bersamaan. Hanya, khusus mata pelajaran penjurusan ditentukan masing-masing sekolah.

Terpisah Ketua MKKS SMA Kabupaten Jepara Udik Agus mengungkapkan, baru satu SMA di Bumi Kartini yang sudah menerapkan sekolah lima hari. Yaitu SMA Negeri 1 Kembang. 

"SMA Negeri 1 Mlonggo sementara masih uji coba sekolah lima hari," kata Udik.

Siswi SMK Negeri 2 Jepara Nurul Azizah menyatakan, dia mengaku lebih senang sekolah lima hari ketimbang enam hari. Pasalnya, hari Sabtu dan Minggu bisa dimanfaatkan berkumpul dengan keluarga.

“Waktu liburnya kan lebih lama, jadi waktu bermain dengan saudara-saudara dan keluarga juga bertambah,” kata Nurul.

Waktu libur dua hari, Nurul bilang, salah satu hari libur juga dimanfaatkan untuk mengerjakan tugas tambahan dari sekolah. “Kalau liburnya sehari, terus buat ngerjain tugas sama saja nggak liburan. Kalau dua hari kan masih bisa liburan sehari,” ungkap Nurul.

Data yang dihimpun Metrotvnews.com, jumlah SMK negeri dan swasta di Kabupaten Jepara sebanyak 40 sekolah. Dari jumlah tersebut, sembilan merupakan SMK negeri. Sementara, sisanya merupakan SMK swasta. Sedangkan jumlah SMA di Kabupaten Jepara lebih sedikit. Jumlah SMA negeri hanya 10 sekolah. Sementara, SMA swasta jumlahnya hanya sembilan.


(ALB)