Polda Yogya Kembali Periksa Ibu Balita Korban Kekerasan

Ahmad Mustaqim    •    Senin, 28 Nov 2016 11:56 WIB
penganiayaan anak
Polda Yogya Kembali Periksa Ibu Balita Korban Kekerasan
Sartini (membawa tas) dan anaknya, JM, korban tindak kekerasan majikan. Foto: Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Sleman: Polda Daerah Istimewa Yogyakarta terus mendalami kasus kekerasan terhadap balita berinisial JM, 1,5 tahun. Polisi kembali mengambil keterangan dari ibu JM, Sartini.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polda DIY Kompol Retnowati mengatakan pemeriksaan Sartini untuk melengkapi berkas kasus tersangka berinisial AC.

Keterangan Sartini diperlukan untuk mencocokkan dengan keterangan Melia, istri tersangka. (Baca: Balita Disiksa Hingga Cacat)

"Jika (keterangan Sartini) membenarkan (keterangan istri tersangka AC, Melia), kasus ini kaitannya dengan kekerasan di dalam rumah tangga," kata Retnowati saat ditemui di Unit PPA Polda DIY, Senin (28/11/2016).

Selain memeriksa Sartini, Polda DIY akan meminta keterangan tambahan kepada dokter di RS Bhayangkara Polda DIY. Keterangan yang diperlukan yakni soal kondisi kesehatan JM setelah mendapat tindak kekerasan, termasuk kondisi pernafasannya setelah pernah dimasukkan ke dalam kulkas selama satu jam.

Baca: Usut Kekerasan Balita, Polisi Sita Kulkas dan Mesin Cuci

"Kami juga akan meminta hasil rekam medis waktu pertama (JM) dilahirkan di RSUP Dr Sardjito. Dulu kondisinya seperti apa dan jika misalnya pernafasan (JM) terganggu saat ini, penyebabnya apa," ujarnya.

Ia menambahkan, upaya penyidikan kasus itu dinilai hampir mencukupi, baik dari keterangan saksi maupun barang bukti. Polda DIY juga telah menyita kulkas dan tang yang digunakan tersangka AC menganiaya JM.

Tang tersebut digunakan AC untuk memotong gigi depan JM. Selain itu, Polda DIY juga sudah menyita mesin cuci milik AC yang berada di Klaten.

"Kondisi JM sudah makin membaik. Kami masih koordinasi untuk melakukan pendampingan," ungkap Retnowati.

Baca: 2 Saksi Perkuat Bukti Penganiayaan Bocah 1,5 Tahun

Sartini dan putranya, JM, 1,5 tahun, menjadi korban kekerasan majikannya, AC, yang beralamat di Jalan Parangtritis, Bantul, Yogyakarta. Disekap bulan Februari hingga September lalu, Sartini dan putranya mendapatkan sejumlah tindak kekerasan dari majikan, mulai dari bentuk intimidasi maupun fisik.

Setelah berhasil kabur dan menenangkan diri, Sartini memberanikan diri lapor ke polisi, 15 November. Saat ditemui di Polda DIY, Sartini berharap polisi menghukum berat majikannya.


(SAN)