Penutupan Perlintasan Sebidang di Yogyakarta Diprotes

Ahmad Mustaqim    •    Selasa, 31 Oct 2017 11:49 WIB
jalur kereta api
Penutupan Perlintasan Sebidang di Yogyakarta Diprotes
Suasana bawah jembatan Janti usai penutupan perlintasan sebidang. (MTVN-Ahmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Jalan raya yang melintasi rel kereta api di bawah jembatan Janti Yogyakarta resmi ditutup, Senin sekitar pukul 24.00 WIB. Kegiatan penutup tersebut menimbulkan protes oleh warga di perbatasan Banguntapan, Bantul dengan Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. 

Sumarso, Ketua RT 1 Karangjambe, Banguntapan, mengatakan warga dari dua kebupaten berkumpul jadi satu saat proses penutupan malam hari. Warga memprotes penutupan perlintasan sebidang itu. 

"Semalam kumpul jadi satu warga. Tiba-tiba dilakukan penutupan saja," kata Sumarso ditemui di bawah jembatan Janti pada Selasa, 31 Oktober 2017. 

Baca: Semua Perlintasan Sebidang Jalur Jakarta-Surabaya Hendak Ditutup

Sumarso mengatakan penutupan itu tak disertai sosialisasi secara menyeluruh. Namun, tiba-tiba spanduk rencana penutupan terpasang pada September 2017. 

"Tiba-tiba semalam sudah penutupan. Warga sempat protes itu," katanya. 

Akibat penutupan itu, banyak pengendara yang harus memutar balik. Pengendara, baik roda dua maupun roda empat harus memutar balik agar bisa melintas dari jembatan layang Janti. 

Pengendara dari arah Bantul harus memutar balik melewati RSUP TNI AU Hardjolukito. Sedangkan, pengendara dari arah Sleman harus memutar balik dari Jalan Solo. 

Suraji, warga RT 2 Karangjambe mengatakan, warga memutuskan menutup gang masuk kampung. "Kalau tidak ditutup, banyak pengendara lewar, ya jalan bisa rusak," katanya. 

Sumarjono, 57, warga Desa Janti,  Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, mengungkapkan, warga Desa Janti mendapat sosialisasi soal rencana penutupan akses jalan itu. Penutupan yang semulan direncanakan pada 26 Oktober berubah menjadi 30 Oktober. 

Meski demikian, kata dia, warga Desa Janti tetap memprotes penutupan itu. "Warga memang sempat demo pas penutupan. Tapi ya bagaimana, warga cuma bisa pasrah," ujarnya. 

Usai penutupan jalan itu, pos penjagaan langsung kosong dan rambu peringatan perlintasan kereta api sudah tak ada. Warga yang melintas rel jalan kaki harus melihat situasi lebih dulu sebelum menyeberang. 

Sementara itu, kaca di pos penjagaan tampak pecah dari dua sisi. Di sisi lain, sejumlah polisi melakukan penjagaan di sekitar lokasi penutupan.


(ALB)